MANADOPOST.ID – Indonesia resmi memperkuat kerja sama di bidang sains dan teknologi dengan China melalui lembaga riset IASTIC.
Kerja sama ini difokuskan pada pengembangan kecerdasan buatan, energi terbarukan, dan kota pintar.
Pemerintah berharap langkah ini bisa mempercepat kemandirian teknologi nasional.
Melalui IASTIC, kedua negara akan berbagi riset, data, dan inovasi untuk menghasilkan solusi teknologi yang sesuai kebutuhan lokal.
Kementerian Pendidikan, Sains, dan Teknologi menyebut kolaborasi ini sebagai bentuk nyata komitmen terhadap kemandirian riset.
Program ini juga membuka peluang pertukaran peneliti dan penguatan kapasitas sumber daya manusia di bidang teknologi tinggi.
Baca Juga: BRI Dorong Inklusi Keuangan hingga Pelosok Lewat AgenBRILink
Selain riset, proyek bersama juga mencakup pemanfaatan AI untuk mitigasi bencana dan efisiensi energi.
Kerja sama ini dianggap penting untuk memperkuat posisi Indonesia dalam ekosistem inovasi Asia.
Pemerintah menargetkan hasil riset IASTIC dapat diterapkan langsung pada industri strategis nasional.
Selain dampak ekonomi, kolaborasi ini juga memperkuat diplomasi sains Indonesia di kancah global.
Para peneliti berharap IASTIC bisa menjadi jembatan pengetahuan antarnegara untuk menghadapi tantangan teknologi masa depan.
Langkah ini sekaligus menjadi bukti bahwa Indonesia serius membangun pondasi kuat menuju negara berbasis inovasi.
(rm)
Editor : Jasinta Bolang