Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Indonesia Siapkan Talenta Digital, 70 Persen Pekerjaan Akan Butuh AI dan IoT

Jasinta Bolang • Senin, 20 Oktober 2025 | 12:01 WIB

Photo
Photo

MANADOPOST.ID – Pemerintah Indonesia menegaskan pentingnya pengembangan talenta digital di tengah revolusi industri 4.0 yang semakin cepat.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut bahwa pada tahun 2030, sekitar 70 persen pekerjaan di Indonesia akan membutuhkan kemampuan di bidang teknologi seperti Artificial Intelligence (AI) dan Internet of Things (IoT).

Hal ini disampaikan dalam forum nasional bertema “Transformasi Digital dan Ekonomi Hijau Menuju Indonesia Emas 2045”.

Menurut Airlangga, arah pembangunan ekonomi Indonesia kini menekankan pada penguasaan teknologi digital dan inovasi industri.

Ia menjelaskan bahwa sebagian besar lapangan kerja konvensional akan mengalami perubahan karakter menjadi lebih berbasis data dan otomasi.

Karena itu, pemerintah tengah mendorong integrasi kurikulum pendidikan dengan kebutuhan industri digital.

Program pelatihan vokasi juga diperkuat agar generasi muda mampu bersaing di sektor teknologi masa depan.

Airlangga menambahkan, Indonesia tidak boleh hanya menjadi pasar teknologi, tetapi harus menjadi produsen dan inovator teknologi di kawasan Asia Tenggara.

Baca Juga: Model AI Ini Bisa Baca Otak Lewat MRI — Temuan Efisien yang Bikin Dunia Medis Takjub!

Beberapa bidang strategis yang sedang dikembangkan meliputi manufaktur semikonduktor, energi hijau, serta teknologi robotik industri.

Kolaborasi antara universitas, lembaga riset, dan sektor swasta menjadi prioritas utama untuk mencetak tenaga kerja digital berdaya saing tinggi.

Pemerintah juga menggandeng perusahaan global untuk menyediakan pelatihan AI dan IoT bersertifikasi internasional.

Selain pelatihan formal, masyarakat juga didorong untuk mengikuti program literasi digital yang difasilitasi oleh Kominfo dan Digital Talent Scholarship.

Airlangga menilai transformasi digital akan menjadi pendorong utama ekonomi Indonesia menuju status negara maju.

Namun, ia juga menyoroti tantangan besar seperti ketimpangan akses teknologi antara kota besar dan daerah terpencil.

Pemerintah akan mempercepat pemerataan infrastruktur digital agar seluruh wilayah Indonesia bisa berpartisipasi dalam ekonomi berbasis teknologi.

Target jangka panjangnya adalah menciptakan 9 juta talenta digital yang siap kerja di berbagai sektor teknologi hingga tahun 2030.

Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari peta jalan Indonesia Digital Nation 2045.

Dengan kesiapan SDM yang unggul, Indonesia optimistis mampu menjadi pusat ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara.

Transformasi ini diharapkan tak hanya mengubah cara kerja, tetapi juga meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat secara luas.

(rm)

Editor : Jasinta Bolang
#IoT #Ekonomi #AI #Indonesia #sdm