MANADOPOST.ID – Samsung dikabarkan tengah mempersiapkan seri ponsel flagship terbarunya, Galaxy S26, dengan membawa teknologi chip konektivitas terbaru dari Exynos.
Chip baru ini disebut bakal membawa peningkatan besar dalam kecepatan dan efisiensi jaringan.
Menurut laporan dari GSM Arena, chip yang dimaksud adalah Exynos S65658, dan kini sudah muncul di laman produk bersertifikasi Bluetooth.
Chip ini berfungsi sebagai chip pendamping Bluetooth dan Wi-Fi dengan dukungan Bluetooth 6.1, versi terbaru yang menawarkan koneksi lebih stabil dan hemat daya.
Teknologi Bluetooth 6.1 sendiri memungkinkan transfer data yang lebih cepat dengan jarak jangkau lebih luas dibanding versi sebelumnya.
Samsung tampaknya berambisi menjadikan Galaxy S26 sebagai ponsel dengan sistem konektivitas paling canggih di kelasnya.
Baca Juga: realme C85 Pro Tawarkan Baterai Silikon-Karbon 7.000 mAh dan Peluncuran Global Sebentar Lagi
Belum ada rincian resmi mengenai performa chip Exynos S65658, namun rumor menyebutkan chip ini akan bekerja berdampingan dengan SoC Exynos 2600 di beberapa wilayah tertentu.
Sementara untuk pasar lain, terutama di Amerika Serikat, Samsung dikabarkan akan tetap menggunakan Snapdragon 8 Elite Gen 5 dari Qualcomm.
Perbedaan chipset berdasarkan wilayah ini sudah menjadi strategi lama Samsung untuk menyesuaikan kebutuhan dan efisiensi pasar.
Menurut Gizmochina, Samsung juga tengah menyiapkan Galaxy S26 Ultra yang disebut sudah hampir siap diproduksi massal.
Namun, versi standar Galaxy S26 dilaporkan mengalami sedikit keterlambatan dalam tahap pengembangannya.
Keterlambatan ini diperkirakan menjadi alasan utama mengapa peluncuran seri Galaxy S26 akan diundur ke Maret 2026.
Biasanya, Samsung memperkenalkan seri Galaxy S pada awal tahun, seperti Januari atau Februari, namun kali ini jadwalnya tampak bergeser.
Laporan dari media Jerman Techmaniacs juga mengonfirmasi bahwa sebagian desain Galaxy S26 telah melalui tahap pengujian akhir.
Chip konektivitas Exynos S65658 diprediksi akan menjadi salah satu komponen penting yang meningkatkan efisiensi energi perangkat.
Selain itu, rumor menyebutkan bahwa sistem konektivitas baru ini akan memperbaiki stabilitas sinyal Wi-Fi di area dengan gangguan jaringan tinggi.
Samsung juga disebut sedang menguji integrasi antara Exynos S65658 dengan antena generasi baru untuk mengurangi latensi data.
Jika semua berjalan sesuai rencana, Galaxy S26 akan menjadi ponsel pertama Samsung yang menggunakan chip konektivitas khusus buatan internal.
Langkah ini menunjukkan keseriusan perusahaan Korea Selatan itu dalam memperkuat lini Exynos sebagai pesaing utama Qualcomm di pasar global.
Penggemar Samsung tentu menantikan pembaruan resmi dari perusahaan mengenai detail lengkap dan tanggal peluncuran resminya.
Untuk sekarang, semua mata tertuju pada bagaimana Samsung akan menyeimbangkan inovasi konektivitas dan performa dalam Galaxy S26 Series mendatang. (aak)
Editor : Richard Lawongan