MANADOPOST.ID – Dunia sedang memasuki era investasi terbesar dalam sejarah teknologi.
Menurut laporan Morgan Stanley yang dikutip oleh The Guardian, pengeluaran global untuk pembangunan pusat data (data center) diperkirakan menembus US$3 triliun hingga tahun 2028.
Angka tersebut mencerminkan betapa cepatnya pertumbuhan sektor AI, cloud computing, dan big data.
Sekitar US$1,4 triliun dari total investasi itu berasal dari perusahaan teknologi raksasa seperti Amazon, Microsoft, dan Google.
Fenomena ini disebut sebagai “AI Infrastructure Boom” yang menandai pergeseran fokus ke sistem komputasi berdaya tinggi.
Pusat data berperan penting sebagai otak digital yang memproses miliaran data setiap detik dari seluruh dunia.
Kebutuhan ini melonjak drastis sejak munculnya model kecerdasan buatan generatif seperti ChatGPT, Claude, dan Gemini.
Baca Juga: Samsung Siap Luncurkan Teknologi Memori HBM4, Tumbuhkan Harapan Baru Industri AI Global
Selain Amerika Serikat, kawasan Asia Pasifik juga menjadi pusat ekspansi besar infrastruktur cloud.
Singapura, Jepang, dan Indonesia tercatat sebagai tiga negara dengan peningkatan kapasitas pusat data tercepat di kawasan.
Para analis menilai pertumbuhan ini akan mendorong kebutuhan energi global meningkat hingga 15% pada 2030.
Sebagai respons, banyak negara mulai beralih ke energi terbarukan untuk mendukung operasional data center ramah lingkungan.
Morgan Stanley juga memperingatkan adanya risiko utang korporasi akibat investasi besar-besaran ini.
Namun, manfaat jangka panjangnya diyakini jauh lebih besar bagi kemajuan ekonomi digital global.
Selain menjadi tulang punggung AI, data center juga menopang layanan penting seperti perbankan, e-commerce, dan keamanan siber.
Perlombaan membangun data center kini menjadi simbol kekuatan ekonomi digital antarnegara.
Investasi ini juga membuka lapangan kerja baru di bidang teknik, IT, dan infrastruktur hijau.
Dengan pertumbuhan masif tersebut, dunia tengah menuju era data super besar yang akan mendefinisikan masa depan teknologi.
(rm)
Editor : Jasinta Bolang