Jagosatu.com
Protein adalah bagian penting dalam tubuh makhluk hidup karena bekerja sebagai pembawa zat, pembangun sel, dan pengatur berbagai proses tubuh.
Masalahnya, para ilmuwan sering kesulitan menebak fungsi dari protein tertentu, apalagi protein yang berada di dalam membran sel.
Protein ini disebut membrane transport protein, yaitu protein yang bertugas mengangkut ion atau molekul keluar atau masuk sel.
Prediksi fungsi protein sangat penting agar para peneliti bisa memahami penyakit, membuat obat, atau menemukan terapi baru.
Tapi sekarang, ada kabar keren dari dunia sains yang bikin heboh.
Peneliti menemukan bahwa menambahkan satu jenis informasi kecil bernama Post-Translational Modification (PTM) bisa langsung meningkatkan akurasi prediksi protein hingga 12%.
Post-Translational Modification (PTM) adalah perubahan kecil yang terjadi pada protein setelah dibuat oleh sel, misalnya penambahan gugus kimia tertentu.
Perubahan kecil ini ternyata bisa mengubah perilaku, bentuk, bahkan fungsi protein secara besar-besaran.
Menurut jurnal Computational Biology and Chemistry, tim peneliti menggunakan PTM dan data protein lain melalui sistem bernama Radial Basis Function Neural Network (RBFNN) untuk melakukan prediksi.
Dilansir dari penelitian oleh Nguyen Quoc Khanh Le dkk., akurasi prediksi protein meningkat dari sekitar 78% menjadi 90% lebih saat PTM ikut dimasukkan dalam perhitungan.
Bayangkan, hanya dengan menambahkan informasi kecil ini, sistem bisa lebih pintar menebak jenis dan tugas protein dalam tubuh.
Penelitian ini juga memakai data PSSM (Position-Specific Scoring Matrix), yaitu data tentang posisi dan urutan asam amino pada protein.
Dengan menggabungkan PSSM dan PTM, komputer jadi lebih mudah mengenali pola protein dan membedakannya berdasarkan fungsi.
Hasilnya, sistem bisa mengenali tiga jenis utama protein transport dan enam keluarga protein dengan akurasi sangat tinggi.
Menurut peneliti, cara ini bisa membantu membuat obat lebih cepat karena kita lebih paham cara kerja protein di dalam tubuh.
Selain itu, metode ini juga bisa dipakai di penelitian lain, seperti prediksi kanker, infeksi virus, dan pembuatan vaksin modern.
Teknologi ini mungkin terlihat rumit, tapi dampaknya bisa jadi sangat besar untuk masa depan dunia kesehatan.
Kalau teknologi ini terus dikembangkan, bukan tidak mungkin kita bisa mendeteksi penyakit lebih cepat dari sebelumnya.
Siapa sangka, perubahan kecil pada protein bisa memberi perubahan besar dalam dunia ilmiah.
Dan inilah bukti bahwa dalam sains, detail kecil bisa membawa hasil luar biasa besar.
Sudah siap melihat penemuan sains lain yang lebih gila dari ini? (m)
Editor : ALengkong