Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Qualcomm Tantang Raksasa GPU Lewat Chip AI200 & AI250 untuk Data Center

Prisilia Rumengan • Senin, 1 Desember 2025 | 23:36 WIB

Qualcomm siap tantang Nvidia dan AMD dengan chip AI200 & AI250
Qualcomm siap tantang Nvidia dan AMD dengan chip AI200 & AI250

MANADOPOST.ID - Qualcomm Masuki Era Baru Data Center dengan Chip AI200 & AI250

Qualcomm resmi meluncurkan chip AI200 dan AI250 yang ditujukan untuk data center dan beban kerja kecerdasan buatan (AI).

Chip-chip ini dirancang untuk inferensi AI — bukan pelatihan — sehingga cocok untuk menjalankan model AI besar secara efisien. 

Menurut Qualcomm, AI200 mendukung kapasitas memori tinggi dengan 768 GB LPDDR per kartu, sedangkan AI250 mengusung arsitektur memori mutakhir yang menawarkan bandwidth tinggi dengan konsumsi daya rendah. 

Inovasi ini memungkinkan server skala rak (rack-scale server) yang hemat daya namun tetap powerful — cocok untuk pusat data, cloud, dan layanan AI generatif. 

Pengumuman ini membuat saham Qualcomm melonjak lebih dari 20% dalam satu hari

perdagangan — refleksi antusias pasar terhadap langkah agresif ke sektor AI. 

Dengan kehadiran AI200 & AI250, Qualcomm menantang dominasi pemain lama seperti NVIDIA dan AMD dalam pasar server AI / data center. 

Langkah ini menandakan diversifikasi Qualcomm dari pasar smartphone/chip mobile ke infrastruktur AI global. 

Baca Juga: DigitalOcean & AppLovin Siap Ramaikan Konferensi AI Global 2025

Untuk dunia teknologi — terutama di bidang AI, cloud, dan big data — ini bisa jadi game-changer.

Server dengan chip baru ini bisa membawa efisiensi biaya dan performa ke level baru.

Bagi peneliti dan developer seperti kamu: ini artinya lebih banyak opsi untuk deploy model AI besar, tanpa harus bergantung penuh pada GPU mahal atau cloud asing.

Teknologi ini bisa mempercepat adopsi AI besar bahkan oleh perusahaan atau institusi di negara berkembang.

Tapi tantangannya tetap ada: ekosistem software & optimisasi model harus mendukung — karena hardware saja tidak cukup.

Jika Qualcomm dan perusahaan lain sukses, kita mungkin melihat banyak layanan AI baru, lebih murah dan cepat, tersedia secara global.

Perubahan ini bisa mempercepat automasi, efisiensi data center, dan adopsi AI secara masif di banyak industri.

Era chip AI “multi-vendor” bisa mulai — artinya persaingan hardware intensif, dan pengguna akan diuntungkan. (AR)

Editor : Prisilia Rumengan
#TechNews #amd #qualcom #chip #AI #DataCenter #Cloud AI