MANADOPOST.ID – Hentikan konsumsi lima makanan ini mulai sekarang. Dalam satu minggu ke depan, langkah ini dapat membantu menghilangkan perut buncit.
Perut buncit bisa mengecil secara signifikan, bahkan lingkar perut dapat berkurang cukup banyak.
Selain itu, berat badan juga berpotensi turun minimal 3 hingga 5 kilogram dalam waktu satu minggu.
Mengapa Perut Buncit Harus Dikurangi?
Banyak orang yang sedang berusaha hidup sehat karena memiliki kadar gula darah tinggi.
Nilai HbA1c atau rata-rata gula darah dalam tiga bulan terakhir sering kali menunjukkan angka prediabetes, yaitu di atas 5,7.
Kondisi perut buncit sering kali berkaitan dengan insulin resistance atau resistensi insulin.
Pada kondisi ini, insulin tidak lagi mampu memasukkan gula ke dalam sel secara efektif, sehingga kadar gula menjadi tinggi di dalam tubuh, terutama di dalam darah.
Sering kali seseorang sudah menjaga pola makan selama seminggu, tetapi perut tetap buncit dan lingkar perut tidak juga menurun saat diukur.
Karena itu, makanan-makanan tertentu perlu dikoreksi. Ketika makanan tersebut dihentikan sementara, proses penurunan lingkar perut dan berat badan biasanya dapat berlangsung lebih cepat.
Jika makanan-makanan ini dihentikan selama tujuh hari saja, ukuran celana biasanya mulai mengecil.
Hasil tersebut dapat membuat seseorang merasa puas dan lebih termotivasi untuk menjalani diet dengan lebih semangat.
Metode ini juga tidak memerlukan suplemen maupun suntikan obat tertentu. Prosesnya dilakukan secara alami tanpa obat-obatan.
Perlu diketahui, lemak di perut bukan hanya mengganggu penampilan secara estetika, tetapi juga merupakan lemak viseral yang berbahaya bagi kesehatan.
Semakin besar lingkar perut seseorang, semakin tinggi pula risiko terkena penyakit serius seperti serangan jantung dan stroke.
Bahkan, penyakit kardiovaskular merupakan penyebab kematian nomor satu di dunia.
Selain itu, lemak viseral juga dapat mengganggu produksi hormon, terutama hormon testosteron yang berperan dalam pembakaran lemak.
Jika kadar lemak viseral tinggi, metabolisme tubuh untuk membakar lemak akan menjadi lebih lambat.
Sebaliknya, semakin rendah kadar lemak tubuh, kadar testosteron cenderung meningkat karena lemak viseral semakin berkurang.
Lima Makanan yang Harus Dihentikan Sementara
1. Karbohidrat Olahan dari Tepung
Makanan pertama yang perlu dihentikan sementara adalah karbohidrat olahan yang berbahan dasar tepung.
Contohnya seperti roti, mi instan, kue-kue kering seperti bolu, serta berbagai makanan berbahan tepung lainnya seperti seblak dan kerupuk.
Makanan-makanan tersebut perlu dihentikan sementara karena sangat cepat dicerna oleh tubuh dan hampir tidak mengandung serat.
Akibatnya, kadar gula darah meningkat dengan cepat dan membuat seseorang lebih mudah merasa lapar.
Sebagai contoh, mengonsumsi satu potong bolu biasanya tidak membuat kenyang sehingga seseorang cenderung ingin menambah lagi.
Begitu juga dengan mi instan. Satu porsi sering kali tidak cukup bagi sebagian orang.
Berdasarkan berbagai studi, semakin sering seseorang mengonsumsi makanan dengan glycemic index tinggi, semakin cepat pula peningkatan lemak viseral di dalam tubuh, terutama di area perut.
Baca Juga: Wajib Punya! 10 Tanaman Penjaga Rumah yang Dipercaya Menarik Rezeki
2. Minuman Manis
Jenis makanan kedua sebenarnya lebih tepat disebut minuman, yaitu berbagai minuman manis, terutama yang mengandung kombinasi karbohidrat dan lemak.
Contohnya adalah kopi susu kekinian yang mengandung gula dan susu.
Susu tersebut bisa saja tinggi lemak atau rendah lemak, tetapi tetap memiliki kandungan gula tambahan yang cukup tinggi.
Contoh lainnya adalah teh dalam kemasan, jus buah yang dicampur dengan kental manis, serta minuman manis lainnya.
Minuman-minuman tersebut tidak memberikan rasa kenyang, tetapi mengandung kalori, gula, dan lemak yang cukup tinggi.
Akibatnya, kalori harian mudah menjadi berlebihan.
3. Kombinasi Nasi, Lauk Manis, dan Berminyak
Makanan ketiga berkaitan dengan menu makanan utama.
Banyak orang bertanya apakah saat diet masih boleh makan nasi. Jawabannya bisa iya, bisa juga tidak, tergantung tujuan dietnya.
Jika penurunan berat badan ingin dilakukan secara santai, nasi masih bisa dikonsumsi.
Namun, jika ingin hasil yang lebih cepat, konsumsi nasi sebaiknya dihentikan sementara sampai berat badan mencapai target yang diinginkan.
Kombinasi nasi dengan lauk yang manis dan berminyak juga sebaiknya dihindari, apalagi jika ditambah camilan gorengan.
Kombinasi glukosa tinggi dari nasi dan minyak yang telah dipanaskan berulang kali dapat membuat tubuh lebih mudah menyimpan lemak.
4. Sereal Manis
Makanan keempat adalah makanan yang sering diberi label sehat, tetapi sebenarnya memiliki kandungan gula yang cukup tinggi, bahkan setara dengan donat.
Makanan ini sering dikonsumsi saat sarapan, terutama oleh anak-anak dan remaja.
Contohnya adalah sereal manis dalam kemasan, granola, atau beberapa jenis kacang-kacangan yang sudah diberi tambahan gula.
Sebagai alternatif, sarapan dapat diganti dengan makanan tinggi protein seperti telur.
Konsumsi protein di pagi hari dapat membantu meningkatkan pembakaran lemak dan membuat rasa kenyang bertahan lebih lama.
5. Makanan Ultra Proses
Makanan terakhir yang perlu dihentikan sementara adalah makanan ultra proses, yaitu makanan yang melalui proses pengolahan berkali-kali.
Berbeda dengan makanan alami seperti ayam yang bentuknya masih menyerupai bahan aslinya, makanan ultra proses biasanya sudah mengalami banyak perubahan bentuk.
Contohnya adalah biskuit, cookies, dan berbagai makanan kemasan yang banyak dijual di minimarket.
Mengapa Hasil Bisa Terlihat dalam Satu Minggu?
Hasil diet sering kali sudah terlihat dalam waktu satu minggu karena berat air dalam tubuh juga ikut berkurang.
Selain lemak yang mulai berkurang, perut akan terlihat lebih kecil dan tubuh terasa lebih ringan.
Peradangan atau inflamasi dalam tubuh juga cenderung menurun.
Kadar insulin pun mulai kembali normal sehingga tubuh tidak lagi mengalami resistensi insulin.
Akibatnya, tubuh menjadi lebih efektif dan efisien dalam menggunakan lemak sebagai sumber energi.
Selain itu, konsumsi protein yang tinggi dapat membantu menurunkan nafsu makan.
Dengan demikian, asupan kalori harian ikut menurun dan tubuh berada dalam kondisi kalori defisit, yaitu kondisi yang dibutuhkan untuk menurunkan lemak tubuh. (pw ytb)
Editor : Deiby Rotinsulu