Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

YouTube Bayar Rp133 Triliun ke Industri Musik, Bukti Nyata Musik Digital Terus Bertumbuh

Richard Lawongan • Jumat, 24 Oktober 2025 | 15:13 WIB

YouTube Music
YouTube Music

MANADOPOST.ID – YouTube kembali mencatat sejarah dengan memberikan lebih dari 8 miliar dolar AS atau sekitar Rp133 triliun kepada industri musik global selama periode Juli 2024 hingga Juli 2025.

Langkah ini menjadi tonggak besar bagi platform berbagi video tersebut dalam mendukung para musisi, penulis lagu, hingga penerbit di seluruh dunia.

Menurut laporan TechCrunch, jumlah pembayaran itu menjadi rekor tertinggi YouTube sepanjang sejarah.

Kepala YouTube Music Global, Lyor Cohen, mengatakan pencapaian ini menunjukkan bahwa iklan dan langganan musik di platform mereka berkembang sangat pesat.

Ia menegaskan bahwa angka tersebut bukanlah titik akhir, melainkan awal dari perjalanan panjang untuk memperkuat ekosistem musik digital global.

Cohen menyebutkan, misi utama YouTube adalah membangun “rumah jangka panjang” bagi para musisi dan pencipta lagu di seluruh dunia.

Baca Juga: Google Dukung Pembangkit Tenaga Gas dengan Teknologi Penangkap Karbon di AS

Pernyataan itu disampaikan Cohen saat berbicara di ajang Billboard Latin Music Week pada Rabu (22/10).

Capaian ini menjadi peningkatan signifikan dibandingkan dua tahun lalu, ketika YouTube hanya menyalurkan sekitar 6 miliar dolar AS ke industri musik.

Kenaikan 2 miliar dolar AS ini menunjukkan bahwa ekosistem musik digital terus berkembang di tengah persaingan antarplatform.

YouTube menyampaikan bahwa performa positif tersebut didorong oleh dua sumber utama: iklan dan langganan pengguna Premium.

Hingga saat ini, YouTube Music dan Premium telah memiliki lebih dari 125 juta pelanggan di seluruh dunia, termasuk pengguna yang masih dalam masa uji coba.

Selain itu, platform ini mencatat lebih dari dua miliar penonton yang menonton video musik setiap bulannya.

Pesaing terdekat YouTube, Spotify, juga melaporkan pembayaran besar kepada industri musik, yakni sekitar 10 miliar dolar AS sepanjang 2024.

Namun, Spotify lebih dulu mencatat kontribusi 9 miliar dolar AS di tahun 2023, yang berarti peningkatan sebesar 1 miliar dolar dalam setahun.

Perlu diingat, uang yang dibayarkan oleh platform musik digital tidak sepenuhnya diterima oleh para penyanyi.

Dana tersebut juga disalurkan kepada label rekaman, penerbit, dan penulis lagu yang berperan dalam proses produksi musik.

YouTube percaya bahwa model pendapatan ganda antara iklan dan langganan merupakan sistem yang paling berkelanjutan bagi industri.

Dengan model ini, musisi dapat terus memperoleh pendapatan bahkan dari penonton yang tidak berlangganan layanan premium.

Cohen menambahkan, jangkauan global YouTube kini mencakup lebih dari 100 negara dan mendukung 80 bahasa berbeda.

Hal ini membuat YouTube menjadi salah satu platform paling luas untuk menjangkau penggemar musik dari berbagai latar belakang budaya.

Sebagai penutup, YouTube juga menyebut telah menyalurkan lebih dari 100 miliar dolar AS kepada kreator, artis, dan perusahaan media selama empat tahun terakhir.

Pencapaian besar ini menegaskan posisi YouTube sebagai salah satu penggerak utama industri hiburan digital di era modern. (aak)

Editor : Richard Lawongan
#IndustriMusik #YouTubeMusic #YouTubePremium #MusikDigital #StreamingMusik