TANGERANG, MANADOPOST.ID — Dewan Guru Besar Universitas Bina Nusantara (Binus) menegaskan bahwa teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) harus diarahkan untuk memperkuat kehidupan manusia, bukan menggantikan perannya, Kamis (2/7/2026).
Ketua Dewan Guru Besar Universitas Binus Prof Harjanto Prabowo di Tangerang, Banten, mengatakan AI tidak boleh berhenti hanya pada penggunaan aplikasi semata, melainkan harus menjadi bagian dari transformasi kehidupan, pendidikan, industri, kreativitas, tata kelola, hukum, hingga strategi nasional.
"AI harus dapat dimanfaatkan secara lebih bermakna, etis, dan bertanggung jawab, untuk mendukung kehidupan manusia, memperkuat kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), mendorong produktivitas, serta memperluas dampak positif bagi masyarakat dan bangsa," kata Prof Harjanto.
Ia menekankan pentingnya peran perguruan tinggi dalam menghadirkan pemikiran, solusi, dan kontribusi nyata bagi masyarakat luas. Karena itu, pihaknya mengangkat gagasan "AI for Life" di tengah perkembangan teknologi yang semakin cepat dan memengaruhi berbagai aspek kehidupan.
Gagasan tersebut merupakan ajakan agar masyarakat tidak hanya mengejar kemajuan teknologi semata, tetapi juga memastikan bahwa teknologi tersebut membawa manfaat nyata bagi manusia dan bangsa Indonesia.
Pernyataan ini disampaikan di tengah meningkatnya perhatian berbagai kalangan terhadap tata kelola dan penerapan AI yang etis, seiring dengan semakin masifnya adopsi teknologi tersebut di berbagai sektor kehidupan di Indonesia.
Editor : ALengkong