Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Hanya 5 dari 100 Pasien Diabetes Berisiko Tinggi Capai Target Kolesterol

A
Penulis: Amelia Beatrix❯
Prof. Dr. dr. Sidartawan Soegondo, Sp.PD-KEMD, FINASIM, FACE, mempresentasikan topik dislipidemia dan pentingnya pengelolaan LDL pada PIT PERKENI 2026.
Prof. Dr. dr. Sidartawan Soegondo, Sp.PD-KEMD, FINASIM, FACE, mempresentasikan topik dislipidemia dan pentingnya pengelolaan LDL pada PIT PERKENI 2026.

Advertisement

MANADOPOST.ID - Hanya sekitar lima dari setiap 100 pasien diabetes melitus tipe 2 dengan risiko kardiovaskular tinggi di Indonesia yang berhasil mencapai target kadar kolesterol LDL (LDL-C) di bawah 55 mg/dL. Rendahnya capaian tersebut menjadi perhatian utama Daewoong Pharmaceutical Indonesia dalam simposium ilmiah pada Pertemuan Ilmiah Tahunan Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (PIT PERKENI) 2026 di Bandung.

Data yang dipaparkan Daewoong mengacu pada studi registri multisenter yang dipublikasikan dalam Indonesian Journal of Cardiology tahun 2025. Penelitian tersebut menunjukkan hanya 4,9 persen pasien berisiko kardiovaskular tinggi dan sangat tinggi yang berhasil mencapai target LDL-C sesuai rekomendasi pedoman internasional. Sementara itu, hanya 21,2 persen pasien yang mencapai target LDL-C di bawah 70 mg/dL.

Simposium ilmiah Daewoong Pharmaceutical Indonesia pada PIT PERKENI 2026 di Bandung yang membahas pentingnya pengelolaan lipid, khususnya kadar LDL-C, untuk menurunkan risiko komplikasi kardiovaskular pada pasien diabetes melitus tipe 2.
Simposium ilmiah Daewoong Pharmaceutical Indonesia pada PIT PERKENI 2026 di Bandung yang membahas pentingnya pengelolaan lipid, khususnya kadar LDL-C, untuk menurunkan risiko komplikasi kardiovaskular pada pasien diabetes melitus tipe 2.

Advertisement

Dalam simposium bertajuk Comprehensive Lipid Management in Patients with Type 2 Diabetes, para pakar menegaskan bahwa pengendalian diabetes tidak cukup hanya berfokus pada kadar gula darah. Pengelolaan lipid, terutama LDL-C, juga menjadi faktor penting untuk menekan risiko penyakit jantung dan stroke.

Prof. Dr. dr. Sidartawan Soegondo mengatakan pasien diabetes tipe 2 di Indonesia umumnya memiliki lebih dari satu faktor risiko kardiovaskular sehingga strategi terapi harus disesuaikan dengan profil risiko masing-masing pasien. Menurutnya, pedoman internasional kini mendorong penggunaan terapi penurun lipid berbasis bukti sedini mungkin agar target LDL-C dapat dicapai lebih cepat.

Urgensi pengendalian kolesterol juga diperkuat data World Heart Federation yang mencatat penyakit kardiovaskular menyebabkan 765.660 kematian di Indonesia sepanjang 2021. Daewoong menilai peningkatan pengelolaan lipid menjadi salah satu langkah penting untuk menurunkan beban komplikasi pada pasien diabetes.(AME)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Manado PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Daewoong Dorong Pengelolaan Lipid Jadi Prioritas Penanganan Diabetes

Daewoong Dorong Pengelolaan Lipid Jadi Prioritas Penanganan Diabetes

Daewoong Pharmaceutical Indonesia menyoroti pentingnya pengelolaan LDL-C pada pasien diabetes tipe 2 di PIT PERKENI 2026, menyusul hanya 4,9% pasien berisiko kardiovaskular tinggi yang mencapai target kolesterol.

Daewoong Perkenalkan Terapi Kombinasi untuk Kendalikan Kolesterol Pasien Diabetes

Daewoong Perkenalkan Terapi Kombinasi untuk Kendalikan Kolesterol Pasien Diabetes

Daewoong Pharmaceutical Indonesia menekankan pentingnya pengelolaan LDL-C pada pasien diabetes tipe 2 di PIT PERKENI 2026. Hanya 4,9% pasien berisiko tinggi yang mencapai target kolesterol.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer