Kopi Rasa Pandan dan Gula Aren Jadi Tren Rasa Lokal di Kafe-kafe Baru Indonesia

ALengkong • Dipublikasikan Selasa, 21 Juli 2026 | 15:19 WIB
Kopi rasa pandan dan gula aren, tren rasa lokal di kafe Indonesia.
Kopi rasa pandan dan gula aren, tren rasa lokal di kafe Indonesia.

MANADOPOST.ID- Perpaduan kopi dengan cita rasa lokal seperti pandan dan gula aren menjadi salah satu tren paling menonjol di kalangan kafe-kafe baru Indonesia sepanjang 2026, menurut laporan Khatulistiwahits. Menu-menu ini menggabungkan cita rasa khas Nusantara dengan kemasan dan penyajian yang lebih modern, sejalan dengan pergeseran selera konsumen kelas menengah perkotaan.

Kopi susu gula aren sendiri masih menjadi varian yang paling digemari dan diprediksi tetap bertahan sebagai favorit konsumen, sebagaimana dijelaskan salah satu pelaku usaha kopi keliling di Pekanbaru yang dikutip Media Center Riau. Kombinasi rasa manis alami gula aren, sensasi creamy dari susu, dan energi dari kafein disebut menjadi alasan utama minuman ini tetap digemari lintas segmen usia.

Fenomena kopi susu gula aren bahkan sempat mendapat pengakuan simbolis internasional ketika Google menjadikannya tema Google Doodle pada Juli 2025, menurut catatan Mandala Trade. Momen ini menegaskan posisi kopi susu gula aren sebagai representasi budaya minum kopi khas Indonesia yang dikenal hingga level global.

Selain gula aren, varian rasa pandan turut menjadi salah satu inovasi rasa lokal yang paling banyak diadopsi kedai kopi kekinian, menurut laporan Semeru Ingredients. Ekstrak pandan yang harum dipadukan dengan kopi susu memberikan sentuhan rasa lokal yang eksotis sekaligus memperkuat identitas kopi Nusantara di mata konsumen muda.

Tren ini bahkan berkembang lebih jauh dengan hadirnya menu latte berkonsep twist lokal, seperti latte pandan, latte klepon, hingga latte tape singkong, sebagaimana dijelaskan Below Zero. Salah satu kreasi yang cukup unik adalah Bika Ambon Coffee, yang menggabungkan kopi dengan air kelapa, vanila, daun jeruk, dan pandan dalam satu sajian.

Below Zero turut mencatat bahwa jejak menu-menu eksperimental berbasis rasa lokal ini sudah terlihat menyebar di sejumlah kota besar, termasuk Jakarta, Bandung, Yogyakarta, dan Surabaya. Banyak coffee shop kini berlomba menciptakan menu signature yang membedakan diri, tidak hanya dari jenis biji kopi yang digunakan, tetapi juga dari cara meracik dan menyajikan minumannya.

Di sisi lain, tren kopi mocktail turut mulai menggeser dominasi es kopi susu gula aren yang telah bertahan populer selama beberapa tahun terakhir, menurut laporan Semeru Ingredients. Perpaduan espresso atau cold brew dengan jus buah segar, soda, dan botanical herbs ini menawarkan sensasi minum kopi yang lebih ringan namun tetap kompleks dari sisi rasa.

Kedai kopi turut mulai mengeksplorasi kombinasi rasa lain seperti butterscotch, sea salt, hazelnut, pistachio, kelapa, hingga rempah Nusantara yang dipadukan dengan teknik penyeduhan modern dari kancah internasional, sebagaimana dijelaskan Semeru Ingredients. Pendekatan mixology dalam industri kopi ini semakin memperkaya variasi produk yang ditawarkan kepada konsumen.

Selain inovasi rasa, tren fermentasi biji kopi seperti anaerobic dan carbonic maceration turut menjadi sorotan di ranah kopi specialty pada 2026, menurut catatan Semeru Ingredients. Teknik pascapanen ini menghasilkan profil rasa yang lebih kompleks dan menjadi daya tarik tersendiri bagi konsumen yang semakin kritis terhadap kualitas biji kopi yang mereka konsumsi.

Di tengah menjamurnya inovasi rasa, segmen konsumen yang lebih sadar kesehatan turut mulai tumbuh, ditandai dengan meningkatnya popularitas kopi hitam tanpa gula dan produk kopi rendah kafein atau decaf, sebagaimana dijelaskan Semeru Ingredients. Meski segmen ini masih tergolong kecil dibanding basis penggemar kopi susu manis, pertumbuhannya dinilai paling cepat dan loyal di antara profil konsumen kopi Indonesia lainnya.

Pergeseran budaya ngopi ini turut menandai perubahan fungsi kedai kopi di Indonesia, dari sekadar warung sederhana tempat mengobrol santai menjadi ruang dengan konsep estetik dan desain interior modern, menurut laporan Coffingear. Kopi kini tidak lagi sekadar minuman penahan kantuk, melainkan bagian dari gaya hidup dan ekspresi identitas generasi muda perkotaan.

Dengan terus bermunculannya inovasi rasa berbasis kearifan lokal, industri kopi Indonesia pada 2026 menunjukkan arah perkembangan yang semakin matang dan personal. Perpaduan antara warisan cita rasa Nusantara dengan teknik penyajian modern ini diperkirakan akan terus menjadi daya tarik utama bagi kafe-kafe baru yang ingin membangun identitas khas di tengah persaingan industri kopi yang semakin ramai.

Editor : ALengkong
tren kopi 2026 kopi pandan gula aren kafe lokal kuliner indonesia