Hendro Satrio Bersinergi Bangun Jalan Untuk Kesejahteraan Sulut
Desmi Babo• Rabu, 16 November 2022 | 09:32 WIB
Hendro Satrio M.KRAMAH, Pintar dan Bersahaja, itulah sosok dari pria bernama lengkap Hendro Satrio Muhammad Kamaludin. Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sulut Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), banyak dilebeli oleh kalangan media sebagai Kepala Instansi Vertikal teramah dari sebagian besar Pejabat (Kementerian/ Lembaga Negara) yang bertugas di Sulawesi Utara. “Pagu keseluruhan yang diusulkan BPJN di tahun 2023 berjumlah 847 miliar,” jawab lantang tanpa contekan data oleh Hendro Satrio saat diwawancarai oleh Manado Post. Tak pelit informasi bagi para kuli tinta dan terbuka terhadap insan media. Menjadikan Sosok Hendro Satrio, memang layak menjadi panutan pejabat Instansi vertikal yang ada di Sulawesi Utara. “Dulu, di BPJN tidak ada yang bisa wawancara Kepala Balai di dalam ruangan, semua hanya menunggu dibasement bawah. Tapi sekarang, bahkan diberi hidangan saat wawancara diruangnya,” kata salah satu rekan media menceritakan sosok Kepala BPJN Sulut ini. Tak hanya dinilai baik, tapi pria asal Jawa ini memiliki kepedulian besar terhadap pembangunan di daerah Nyiur Melambai. “Tahun 2023, BPJN Sulut akan fokus untuk menjaga kemantapan dari Jalan Nasional kita. Supaya menjadi nyaman bagi masyarakat pengguna jalan. Namun juga ada peket pembangunan jalan baru seperti di MORR Tiga dan ada juga jembatan di Bolmong,” kata Hendro. Tak hanya itu, ia juga sangat care dengan manfaat dari pembangunan yang telah dilaksanakan oleh Pemerintah Pusat untuk Daerah Nyiur Melambai. Seperti hadirnya infrastruktur jalan dan jembatan untuk mendukung konektivitas di Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Super Prioritas Manado-Bitung-Likupang, yang dibangun sejak 2020 hingga 2021 lalu. Ia berharap agar pemerintah daerah dapat mendorong kehadiran investor untuk berinvestasi di kawasan tersebut. “Kementerian PUPR sudah tuntaskan proyek di KSPN Likupang. BPJN Sulut telah menggelontorkan anggaran senilai Rp.187,43 miliar hingga Tahun Anggaran (TA) 2021. Sedangkan sejumlah Total Rp286,54 miliar alokasi dana untuk proyek jalan dan jembatan yang sementara dikerjakan dan diusulkan selang TA 2022 hingga tahun 2024. Sehingga, total nilai proyek Ditjen Bina Marga untuk menopang Proyek KSPN Likupang sejumlah 473,98 Miliar Rupiah. Jadi tinggal didorong investor untuk masuk disana. Harapannya segera ada banyak investor yang membangun di kawasan KSPN. Karena fasilitas air baku dan jalan sudah disediakan Kementerian PUPR dan semoga dengan adanya infrastruktur-infrastruktur ini, pariwisata di KSPN Likupang akan semakin ramai,” papar Hendro dengan semangat agar menjadi atensi Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara bahkan Kabupaten untuk terus melakukan promosi dan mengembangkan pariwisata di KSPN Likupang, yang pembangunan infrastrukturnya telah banyak dikerjakan oleh Pemerintah Pusat melalui Kementerian PUPR. “Sinergi" adalah kata paling sering diucapkan Hendro Satrio dalam setiap program pembangunan yang dilaksanakan oleh BPJN Sulut. Selain sinergi bersama Balai Kementerian PUPR lainnya dalam pembangunan di KSPN Likupang, ternyata sinergitas bersama Pemerintah Provinsi dan Kota/Kabupaten sangat diterapkan oleh pria alumni Institut Teknologi Bandung ini. Menurutnya, semua program BPJN tidak dapat terlaksana tanpa Sinergitas. “Rantai komunikasi antara pusat dan daerah, seperti kami BPJN dengan Kadis PUPR Provinsi maupun Kadis PUPR Kabupaten/Kota itu sangat intens dalam melakukan komunikasi. Sehingga kami bisa saling tahu, kalau mereka ada program ini, kita adakan program ini sehingga ada koordinasi. Supaya program pusat dan daerah bisa sejalan,” urai Satrio. Ia pun mencontohkan pembangunan Jalan Tol Manado Bitung, Jalan Ring Road, Pantai Pulisan Likupang yang sudah terbangun hingga Jalan MORR III yang saat ini dalam proses pembangunan. “Ini semua karena sinergi antara Kementerian PUPR dan daerah jalan. Sehingga dari pemerintah provinsi dan kabupaten/kota menganggarkan pembebasan tanah dan kita bangun jalannya. Jadi tidak ada halangan bagi kami untuk melakukan pembangunan infrastruktur ketika kami saling ada komunikasi yang baik satu sama lain,” urai Hendro. Mantan Kasubdit Perencanaan Teknis Preservasi Jalan di Direktorat Jenderal Bina Marga ini pun berharap agar kondisi jalan yang baik, dapat membuat pergerakan orang dan barang lancar sehingga dapat mensejahterakan masyarakat. “Kami harap, kalau kondisi jalan dan jembatan sudah dalam kondisi yang baik, masyarakatnya bisa menikmati itu dan lancar dalam bepergian. Selain itu konektivitas barang itu menjadi lancar. Jadi pergerakan barang dari satu tempat ke tempat lain itu bisa menjadi lancar,” kunci Hendro Satrio dalam bincang singkat terkait pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan bersama Manado Post. (Desmianti Babo) Editor : Desmi Babo