MANADOPOST.ID – Universitas Negeri Manado (UNIMA) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pemberdayaan masyarakat melalui penerapan teknologi tepat guna sekaligus mendukung program pemerintah dalam percepatan transisi energi dan pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT) sebagaimana tertuang dalam Rencana Induk Riset Nasional (RIRN), khususnya pada bidang prioritas energi yang menekankan pengembangan teknologi energi bersih, kemandirian energi, dan pemanfaatan energi terbarukan untuk mendukung pembangunan berkelanjutan.
Melalui Program Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) Tahun 2026 yang didanai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, tim dosen UNIMA menginisiasi program bertajuk
“Penerapan Teknologi Microgrid Panel Surya Terintegrasi Berbasis Technopreneurship untuk Kemandirian Energi Terbarukan dan Peningkatan Produktivitas Usaha Budidaya Ikan Berkelanjutan pada Kelompok Peternak Keramba Jaring Tancap Desa Passo.
Program ini dilaksanakan pada Kelompok Peternak Ikan Keramba Jaring Tancap Desa Passo, Kecamatan Kakas Barat, Kabupaten Minahasa, yang dipimpin oleh Adri Walangitan dan beranggotakan 24 peternak ikan.
Kelompok ini selama bertahun-tahun menghadapi berbagai kendala, terutama keterbatasan akses energi listrik akibat lokasi keramba yang berada di perairan Danau Tondano. Kondisi tersebut berdampak pada terbatasnya pemanfaatan teknologi pendukung budidaya, rendahnya efisiensi operasional, serta tingginya biaya produksi. Oleh karena itu, penerapan teknologi microgrid panel surya terintegrasi menjadi solusi strategis untuk meningkatkan kemandirian energi, mendukung produktivitas usaha budidaya ikan, sekaligus memperkuat implementasi agenda nasional dalam pengembangan energi terbarukan berbasis masyarakat.
Tim pelaksana PKM terdiri atas I Gede Budi Mahendra, S.Pd., M.Pd. sebagai ketua pelaksana dari Program Studi Pendidikan Teknik Elektro, Heince Andre Maahury. M.Ars. dari Program Studi Arsitektur, dan Sahat Renol H. Sianipar dari Program Studi Pendidikan Ekonomi. Tim ini menggabungkan kompetensi bidang energi terbarukan, perancangan sistem, serta manajemen usaha untuk menghasilkan solusi yang komprehensif bagi masyarakat.
Dalam program ini, tim mengembangkan dan menginstal microgrid panel surya berkapasitas 400 Wp yang dilengkapi 2 baterai penyimpanan energi 12V 50ah , inverter kapasistas 3 KWh, dan MPPT solar charge controller 100A.
Sistem tersebut dirancang untuk menyediakan sumber energi mandiri yang dapat digunakan untuk penerangan, aerasi, dan berbagai kebutuhan operasional keramba jaring tancap. Selain itu, teknologi ini juga terintegrasi dengan sistem pakan ikan otomatis berbasis energi surya yang memungkinkan pemberian pakan dilakukan secara terjadwal dan terukur sehingga meningkatkan efisiensi penggunaan pakan dan pertumbuhan ikan.
Ketua pelaksana kegiatan, I Gede Budi Mahendra, menjelaskan bahwa program ini tidak hanya berorientasi pada pemasangan teknologi, tetapi juga pada peningkatan kapasitas masyarakat dalam mengelola dan memanfaatkan teknologi tersebut secara berkelanjutan. “Danau Tondano memiliki potensi energi surya yang sangat besar, namun belum dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat. Melalui program ini, kami ingin menghadirkan solusi nyata berupa microgrid panel surya yang mampu meningkatkan kemandirian energi peternak ikan sekaligus menekan biaya operasional usaha. Harapannya, teknologi ini dapat menjadi model penerapan energi terbarukan yang berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Heince Andre Maahury menekankan pentingnya aspek desain dan keberlanjutan dalam implementasi teknologi di lingkungan perairan. “Kami merancang tata letak instalasi yang sesuai dengan kondisi keramba di Danau Tondano sehingga sistem dapat beroperasi secara aman, efektif, dan tahan terhadap kondisi lingkungan. Pendekatan yang kami lakukan juga menekankan keterlibatan aktif mitra agar teknologi yang diterapkan benar-benar dapat dikelola secara mandiri setelah program selesai,” jelasnya.
Pada aspek penguatan usaha, Sahat Renol H. Sianipar menjelaskan bahwa peningkatan produktivitas harus diiringi dengan penguatan manajemen dan pemasaran. “Selain teknologi energi, kami memberikan pendampingan mengenai pencatatan biaya usaha, analisis efisiensi produksi, hingga strategi pemasaran. Dengan demikian, mitra tidak hanya memperoleh teknologi baru, tetapi juga kemampuan untuk mengelola usaha secara lebih profesional dan berkelanjutan,” katanya.
Ketua Kelompok Peternak Ikan Keramba Jaring Tancap Desa Passo, Adri Walangitan, menyampaikan apresiasinya terhadap program yang dilaksanakan oleh tim UNIMA. “Kami sangat bersyukur karena melalui program ini kami mendapatkan pengetahuan baru tentang energi surya dan cara memanfaatkannya untuk kegiatan budidaya ikan. Selama ini kami masih bergantung pada listrik konvensional yang sering menjadi kendala. Dengan adanya microgrid panel surya dan sistem pakan otomatis, pekerjaan menjadi lebih efisien dan kami optimistis produktivitas budidaya ikan akan meningkat,” ungkapnya.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada DPPM Kemdiktisaintek yang telah mendukung pelaksanaan program tersebut. “Kami mengucapkan terima kasih kepada DPPM Kemdiktisaintek dan Universitas Negeri Manado yang telah memberikan perhatian kepada kelompok peternak ikan di Desa Passo. Bantuan teknologi dan pendampingan ini sangat berarti bagi kami untuk mengembangkan usaha yang lebih maju, mandiri, dan ramah lingkungan,” tambahnya.
Melalui program yang berlangsung selama delapan bulan ini, tim menargetkan terwujudnya instalasi microgrid panel surya yang berfungsi optimal, sistem pakan otomatis berbasis energi surya, SOP pengelolaan energi dan operasional budidaya, modul pelatihan, serta peningkatan literasi energi dan kapasitas usaha mitra. Dampak jangka panjang yang diharapkan adalah meningkatnya kemandirian energi, efisiensi usaha, produktivitas budidaya ikan, dan keberlanjutan ekosistem Danau Tondano melalui pemanfaatan energi bersih dan terbarukan.
Program ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat mampu menghadirkan inovasi yang tidak hanya menjawab permasalahan lokal, tetapi juga mendukung agenda pembangunan berkelanjutan, ketahanan pangan, dan transisi energi hijau di Indonesia.
Editor : Ayurahmi Rais