Suasananya juga serasa di kampung halaman. Karena ketemu sesama warga Indonesia. Makanannya juga makanan khas Indonesia.
Siapa warga Indonesia yang sudah lama tinggal di Amerika tersebut? Namanya Henry Dengah. Dengah merupakan warga Indonesia khususnya berasal dari Sulawesi Utara atau dikenal dengan warga Kawanua.
Henry Dengah sudah dianggap tokoh bagi warga Kawanua bahkan warga Indonesia yang tinggal di daerah New Jersey. Karena sudah cukup lama di kota itu. New Jersey salah satu kota yang bersebelahan dengan New York City.
Baca Juga: Ini Daftar Pejabat Pemkot Manado yang Baru Dilantik Sekkot Micler Lakat
New Jersey ke Manhattan tidak sampai 20 menit, melewati Holland Tunnel. Holland Tunnel adalah terowongan bawah air yang dibangun sudah sangat lama oleh Belanda untuk menghubungkan Manhattan New York City dengan New Jersey.
HUT ke-73 tahun Henry Dengah, dirayakan dalam bentuk Ibadah Syukur oleh First Presbyterian Church Of Metuchen - Indonesian Fellowship. Sekaligus juga dengan syukur Syul Manajang yang jatuh pada tanggal 3 July.
Dua hari istimewa tersebut adalah hari yang sangat berbahagia bagi Henry Dengah serta Syul Manajang. Karena Keduanya diberikan ketambahan usia setahun oleh Tuhan Yesus Kristus. Dengan bertambahnya usia, maka para jemaat serta sahabat Henry dan Syul di New Jersey ikut hadir memberi selamat dan melaksanakan ibadah.
Baca Juga: Intip Pesona Pulau Bunaken, dengan Keramahan Penduduk Sekitar, Membuat Wisman Tak Ingin Pulang
Menurut salah satu Tokoh Kawanua di New York Joutje Kaunang, ibadah syukur diadakan bukan di gereja, melainkan di rumah kediaman Henry Dengah yang begitu luas pekarangannya dan terletak di daerah elit (Oakland, Ave) New Jersey.
Para Jemaat serta undangan satu persatu menyalami serta menyampaikan “happy birthday“ kepada kedua sejoli ini. "Pada momen bahagia tersebut, air mata Henry tak tertahankan lagi, jatuh membasahi kedua pipi, karena bersuka cita dan gembira atas kasih kemurahan Tuhan," cerita Kaunang.
Dalam perayaan ibadah, ucapan selamat datang disampaikan Norma Tambingon yang juga sebagai Mejelis Indonesian Fellowship serta merangkap Koodinator membacakan susunan acara ibadah, juga membawahkan doa pembukaan ibadah.
Suasana ibadah perayaan HUT di rumah keluarga Heny Dengah
Adapun susunan ibadah:
Menyanyikan KI No 64 (Bila kulihat Bintang gemerlapan)
Tahbisan dan Salam. Panggilan Beribadah Mazmur 108
Nyanyikan Sambutan. SP 17. Tuhan Menetapkan Langkah.
Ungkapan Syukur Keluarga
Pemberitaan Firman Allah (Pembacaan Alkitab Efesus 3:14-21)
Khotbah dibawahkan Pdt Samuel Kaha. (Pdt di Gereja Maryland)
Perayaan HUT
Doa Syafaat / Doa persembahan Doa Bapa Kami
Nyanyian Penutup .
Kemudian, acara pemotongan kue HUT oleh istri tercinta Rita Dengah Dumais dan anak-anak untuk suami dan ayah tercinta Henry Dengah. Acara saat itu begitu meriah karena undangan yang datang, selain Jemaat, ada juga teman-teman seperjuangan Henry ketika tiba di AS tahun 1976 silam.
Disampaikan Joutje, mereka datang dari Philadelphia yang berjumlah 12 orang yang sudah WNA. Walaupun beberapa diantaranya sudah masuk kategori lansia, tapi mereka tetap semangat. Pada momen itu semua undangan baik kaum bapak dan kaum ibu diberi kesempatan membawakan puji-pujian.
Undangan yang hadir sekira 100 orang. Perayaan ditutup acara bebas dan dihibur oleh Keyboard/Pianist yang sudah tidak asing untuk warga Indonesia di NY, NJ dan sekitarnya yakni Victor Hutapea. Acara berakhir pukul 11:30 malam waktu New Jersey. (*)
Editor : Tommy Waworundeng