MANADOPOST. ID— Dewan Pengurus Provinsi Asosiasi Pemandu Gunung Indonesia (APGI) Sulawesi Utara menggelar Bimbingan Teknis dan Sertifikasi Mandiri Pemandu Gunung.
Kegiatan berlangsung di Camping Ground Kengkang Waterfall, Desa Tincep, Kecamatan Sonder, Minahasa.
Sebanyak 13 peserta dari berbagai daerah di Sulawesi Utara mengikuti kegiatan tersebut dengan antusias. Mereka dibekali materi dan praktik kepemanduan wisata gunung sesuai standar nasional.
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kompetensi, legalitas, dan profesionalisme pemandu gunung demi menunjang keselamatan wisatawan.
Materi pelatihan mengacu pada Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) dan dibawakan langsung oleh Ketua DPProv APGI Sulut sekaligus Instruktur Nasional APGI.
Setelah mengikuti bimtek, peserta menjalani uji kompetensi berupa tes tertulis, wawancara, dan praktik lapangan.
Proses asesmen dipimpin asesor dari Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Pramindo Jakarta untuk menentukan kelayakan peserta memperoleh sertifikat resmi.
Ketua DPProv APGI Sulut, Arlen Kolinug, mengatakan kegiatan tersebut menjadi langkah nyata memperkuat standar keselamatan wisata pendakian di Sulawesi Utara.
“Kegiatan ini dilaksanakan secara mandiri tanpa subsidi pemerintah.
Kami berharap lahir pemandu gunung yang profesional dan kompeten,” ujar Kolinug.
Selain teknik kepemanduan, peserta juga mendapat materi navigasi, manajemen risiko, pertolongan pertama, hingga pelestarian lingkungan.
"APGI Sulut menegaskan komitmennya untuk terus mencetak pemandu gunung tersertifikasi guna mendukung pariwisata alam yang aman, profesional, dan berkelanjutan di Sulawesi Utara," tutupnya. (ryn)
Editor : Rian Sekeon