Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Hidupkan Budaya Mapalus ASN Minsel, FDW Resmikan Rumah Korban Kebakaran di Matani

Asyer Rokot • Rabu, 22 Oktober 2025 | 20:53 WIB
Photo
Photo

 

MANADOPOST.ID-- Wujud kepedulian sosial Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan kembali terlihat nyata. Bupati Minahasa Selatan, Franky Donny Wongkar (FDW), meresmikan rumah baru milik keluarga Ibu Vince Senduk, korban bencana kebakaran di Desa Matani. Pembangunan rumah tersebut terlaksana hanya dalam waktu sepuluh hari melalui gerakan gotong royong lintas perangkat daerah.

Kepada Manado Post, Bupati FDW mengungkapkan bahwa gerakan sosial ini berawal dari rasa empati bersama terhadap warga yang tertimpa musibah.

“Setelah ada pemberitaan tentang kebakaran rumah di Desa Matani, saya langsung menginstruksikan para asisten untuk mengkoordinasi aksi diakonia dari perangkat daerah. Beberapa perangkat daerah secara sukarela mengumpulkan dana, berkoordinasi dengan camat, forkopimcam, hingga pemerintah desa,” ujar FDW.

Tak hanya jajaran Pemkab, Kapolres Minsel dan unsur Forkopimda serta Forkopimcam juga turut mendukung penggalangan bantuan ini. “Puji Tuhan, berkat kerja sama semua pihak, dana terkumpul cukup untuk membangun kembali rumah tersebut. Bahkan dalam sepuluh hari, rumah sudah berdiri dan bisa ditempati,” lanjut Bupati.

Selain itu, Gubernur Sulawesi Utara Julius Selvanus turut memberikan bantuan kepada keluarga korban, sementara Pemkab Minsel menyalurkan bantuan perlengkapan rumah tangga dan alat dapur.

Bupati menjelaskan, budaya mapalus atau gotong royong seperti ini sudah menjadi tradisi yang ia dorong sejak awal kepemimpinannya. “Sejak saya jadi bupati, saya selalu dorong agar ASN peduli. Kalau ada bencana baik kebakaran, abrasi pantai, atau bencana lain kita harus bergerak bersama. Bukan hanya untuk rumah warga, tapi juga rumah ibadah,” terang FDW.

Ia menegaskan, kegiatan seperti ini dilakukan tanpa menggunakan APBD, melainkan murni hasil sukarela dari para ASN dan perangkat daerah yang tergerak untuk membantu sesama.

“Ini bentuk nyata kepedulian dan empati. Tidak ada paksaan, semuanya dari hati. Budaya ini harus terus dijaga supaya semangat gotong royong dan kepedulian sosial ASN Minsel tetap hidup,” pungkasnya. (Asyer Rokot)

Editor : Asyer Rokot