Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Wabup Kawatu: Minsel Harus Siap Hadapi Tsunami, Simulasi Kunci Perkuat Antisipasi

Asyer Rokot • Kamis, 11 Desember 2025 | 22:10 WIB
Photo
Photo

 

MANADOPOST.ID-- Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan menggelar Simulasi Penanggulangan Bencana Tsunami, Kamis (11/12). Kegiatan ini diikuti jajaran Pemkab bersama unsur Forkopimda Minsel, dan dipimpin langsung Wakil Bupati Brigjen TNI (Purn) Theodorus Kawatu.

Simulasi dilaksanakan dengan fokus pada proses penyelamatan korban, mulai dari evakuasi, penentuan lokasi aman, hingga koordinasi lintas instansi. Kawatu menyebut latihan ini sangat penting mengingat karakter wilayah Minsel yang memiliki garis pantai panjang dan potensi risiko bencana tinggi.

“Simulasi ini bagus, terutama karena menitikberatkan pada penyelamatan korban. Saya kalau bicara tsunami sangat senang, karena beberapa tahun lalu Aceh terjadi tsunami yang tidak disangka-sangka dan menimbulkan banyak korban. Karena itu, Minsel harus siap dengan antisipasi,” tegas Kawatu.

Menurutnya, kesiapsiagaan bukan soal tanggap setelah bencana, tetapi pengetahuan dan tindakan sebelum bencana terjadi.

“Yang harus kita belajar adalah before tsunami, bukan after. Kegiatan simulasi ini sangat bagus karena kita dibuat seolah-olah tsunami sudah terjadi,” ujarnya.

Wabup juga menekankan pentingnya penentuan lokasi evakuasi dan jalur pelarian warga.

“Yang harus kita siapkan adalah tempat pelarian setelah tsunami. Pelariannya harus di dataran tinggi,” katanya.

Lebih jauh, Kawatu mengingatkan bahwa koordinasi adalah kunci. Pemkab tidak bisa bekerja sendiri dalam penanggulangan bencana.

“Kita harus koordinasi dan komunikasi. Pemerintah tidak mungkin jalan sendiri, tidak akan mampu,” tegasnya.

Ia menyebut terdapat 17 kecamatan di Minsel yang perlu dipetakan secara rinci untuk mengetahui titik-titik rawan bencana.

“Semua wilayah harus dipetakan. Kita harus tahu titik rawan bencana yang ada,” tandasnya.

Simulasi ini diharapkan memperkuat kesiapsiagaan masyarakat dan pemerintah dalam menghadapi potensi tsunami, sekaligus memastikan setiap unsur mengetahui peran masing-masing saat keadaan darurat terjadi. (Asyer Rokot)

Editor : Asyer Rokot