MANADOPOST.ID-- Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan terus menegaskan komitmen pembangunan yang berbasis kebutuhan riil masyarakat. Hal itu ditegaskan Bupati Minahasa Selatan Franky Donny Wongkar, saat menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Tareran dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027, yang digelar Senin (26/1) di Balai Pertemuan Umum (BPU) Desa Wiau Lapi.
Dalam sambutannya, Bupati menekankan bahwa seluruh usulan program pembangunan harus disusun secara terarah, terukur, dan tepat sasaran, serta benar-benar mencerminkan kebutuhan masyarakat di tingkat desa. Menurutnya, pihak yang paling memahami kondisi dan prioritas desa adalah para pemangku kepentingan yang hadir langsung dalam forum Musrenbang.
“Yang memahami program dan kegiatan di tingkat desa adalah bapak dan ibu yang ada di sini. Karena itu, usulan harus disusun dengan tanggung jawab dan berbasis kebutuhan nyata,” tegas Bupati.
Sementara itu, Camat Tareran Hizkia Kondoj dalam laporannya menyampaikan kondisi pemerintahan di wilayahnya, di mana Kecamatan Tareran saat ini memiliki enam hukum tua (kumtua) definitif dan tujuh pejabat kumtua. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan atas perhatian nyata terhadap pembangunan infrastruktur di wilayah Tareran.
Camat Tareran secara khusus mengucapkan terima kasih atas pengaspalan jalan yang menghubungkan Desa Lansot menuju Wiau Lapi, bahkan dengan tambahan bonus sekitar 100 meter pengaspalan berlebar lima meter, serta perintisan jalan di wilayah Pinamorongan Koreng. Ia berharap perhatian pembangunan serupa dapat terus diberikan secara merata kepada 13 desa di Kecamatan Tareran sesuai prioritas masing-masing desa.
Dalam konteks kebijakan fiskal, Bupati Franky Donny Wongkar juga mengungkapkan bahwa pengurangan dana transfer ke daerah turut berdampak pada Kabupaten Minahasa Selatan. Meski demikian, Pemkab Minsel tetap memasang target Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun 2026 sebesar Rp49 miliar lebih.
“Pajak merupakan salah satu sumber utama PAD. Mari kita saling mengingatkan masyarakat agar memenuhi kewajiban membayar pajak, karena hasilnya akan kembali dibelanjakan untuk kepentingan publik, terutama infrastruktur, kesehatan, dan pendidikan,” kunci Bupati.
Melalui Musrenbang Kecamatan Tareran ini, Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan berharap terbangun kesepahaman antara pemerintah dan masyarakat dalam menyusun prioritas pembangunan yang realistis, berkelanjutan, serta berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan warga. (Asyer Rokot)
Editor : Asyer Rokot