MANADOPOST.ID-- Dinamika birokrasi di bawah kepemimpinan Bupati Franky Donny Wongkar dan Wakil Bupati Theodorus Kawatu terus menempatkan figur-figur berpengalaman di pos strategis. Salah satunya adalah dr. Erwin Schouten, yang kini menakhodai Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Kabupaten Minahasa Selatan.
Erwin Schouten, yang sebelumnya sukses menjabat sebagai Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Minsel, dinilai sebagai figur yang tepat untuk menangani isu-isu kompleks di PPPA. Pengalamannya di dunia medis dan manajemen kesehatan masyarakat menjadi nilai plus dalam melakukan pendekatan humanis terhadap kasus kekerasan perempuan dan perlindungan anak.
Dalam berbagai kesempatan, Erwin menegaskan bahwa isu perlindungan anak dan perempuan tidak bisa dilepaskan dari aspek kesehatan, baik fisik maupun psikologis.
"Kami berkomitmen memastikan kehadiran pemerintah di tengah masyarakat, khususnya bagi kelompok rentan. Berbekal pengalaman di sektor kesehatan, kami ingin memastikan penanganan korban kekerasan dilakukan secara komprehensif, mulai dari pendampingan psikis hingga pemulihan trauma," ujar Schouten.
Di bawah arahannya, Dinas PPPA Minsel kini semakin proaktif dalam melakukan sosialisasi ke desa-desa guna menekan angka kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Ia juga terus mengoptimalkan peran Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) sebagai garda terdepan pelaporan masyarakat.
Penempatan Erwin Schouten di Dinas PPPA juga sejalan dengan capaian satu tahun kepemimpinan FDW-TK yang fokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM). Sektor perlindungan anak menjadi salah satu pilar penting dalam mewujudkan visi "Minsel Maju dan Sejahtera".
Bupati Franky Donny Wongkar sendiri dalam berbagai arahannya menekankan agar setiap Kepala Perangkat Daerah bekerja secara profesional dan memiliki integritas tinggi. Erwin Schouten dianggap mampu menerjemahkan instruksi tersebut dengan menjaga performa dinas yang ia pimpin tetap produktif.
"Target kami jelas, yakni menjadikan Minsel sebagai daerah yang ramah anak dan aman bagi perempuan. Ini adalah tanggung jawab moral yang harus kami tuntaskan," pungkas mantan Kadis Kesehatan tersebut. (Asyer Rokot)
Editor : Asyer Rokot