Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Dari Matani hingga Ranomea, Langkah Serius Pemkab Minsel Wujudkan Kampung Nelayan Modern Berbasis Kesejahteraan

Asyer Rokot • Rabu, 15 April 2026 | 09:55 WIB
MANTAP: Franky Donny Wongkar, menerima audiensi terkait tindak lanjut hasil verifikasi tim Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI mengenai program Kampung Nelayan Merah Putih.
MANTAP: Franky Donny Wongkar, menerima audiensi terkait tindak lanjut hasil verifikasi tim Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI mengenai program Kampung Nelayan Merah Putih.

 

MANADOPOST.ID-- Komitmen Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan dalam mendorong transformasi kawasan pesisir kembali ditegaskan. Selasa, (14/4) Bupati Minahasa Selatan, Franky Donny Wongkar, menerima audiensi terkait tindak lanjut hasil verifikasi tim Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI mengenai program Kampung Nelayan Merah Putih.

Audiensi yang berlangsung di Kantor Bupati Minahasa Selatan tersebut menjadi momentum strategis dalam mempercepat realisasi program nasional yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat nelayan melalui pembangunan kawasan pesisir yang terintegrasi dan berkelanjutan.

Dalam pemaparan yang disampaikan, diketahui bahwa proses pengusulan program Kampung Nelayan Merah Putih oleh Pemkab Minsel telah dimulai sejak 17 Oktober 2025 melalui kanal resmi KKP RI. Dari lima lokasi yang diusulkan, tiga di antaranya berhasil lolos ke tahap lanjutan, yakni Desa Matani Satu, Desa Lopana Satu, dan Kelurahan Ranomea.

Ketiga wilayah tersebut dinilai memiliki potensi strategis untuk dikembangkan menjadi kawasan nelayan modern yang tidak hanya berfokus pada aktivitas penangkapan ikan, tetapi juga mencakup pengolahan hasil perikanan, distribusi, hingga penguatan kelembagaan ekonomi masyarakat.

Sebagai bentuk keseriusan pemerintah pusat, tim dari KKP RI telah melakukan survei lapangan secara langsung di ketiga lokasi tersebut pada 10 hingga 11 April 2026. Hasil dari survei ini akan dibahas lebih lanjut dalam rapat pleno KKP yang dijadwalkan berlangsung pada 20 April 2026, guna menentukan tahapan implementasi fisik program.

Menindaklanjuti hal tersebut, Bupati Franky Donny Wongkar menginstruksikan seluruh perangkat daerah terkait untuk memperkuat koordinasi lintas sektor. Ia menekankan pentingnya penyelarasan data teknis serta sinkronisasi rencana aksi agar seluruh persyaratan administratif dan teknis dapat dipenuhi secara maksimal.

“Ini adalah peluang besar bagi Minahasa Selatan untuk menghadirkan kawasan nelayan yang maju dan mandiri. Karena itu, seluruh jajaran harus bergerak cepat dan terkoordinasi,” tegasnya.

Program Kampung Nelayan Merah Putih sendiri dirancang sebagai model pembangunan terpadu yang mengintegrasikan infrastruktur, pemberdayaan masyarakat, serta penguatan ekonomi berbasis koperasi nelayan. Dengan pendekatan dari hulu hingga hilir, program ini diharapkan mampu menciptakan nilai tambah bagi hasil tangkapan nelayan sekaligus membuka peluang usaha baru di sektor kelautan dan perikanan.

Melalui penguatan ekosistem usaha perikanan serta optimalisasi peran koperasi nelayan, Pemkab Minsel menargetkan program ini menjadi salah satu motor penggerak ekonomi baru di wilayah pesisir. Dampaknya tidak hanya pada peningkatan pendapatan masyarakat, tetapi juga pada penciptaan lapangan kerja dan pengurangan angka kemiskinan.

Audiensi tersebut turut dihadiri para Asisten, Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, Camat, Lurah dan Hukum Tua, jajaran Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan, serta para Ketua Koperasi Merah Putih dari desa dan kelurahan yang menjadi lokasi usulan program.

Dengan langkah progresif ini, Pemkab Minsel menunjukkan keseriusan dalam membangun sektor kelautan yang berdaya saing dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat. Program Kampung Nelayan Merah Putih pun diharapkan menjadi ikon baru pembangunan pesisir di daerah tersebut. (Asyer Rokot)

Editor : Asyer Rokot
#minahasa selatan #FDW #Kampung Nelayan Merah Putih #Minsel