MANADOPOST.ID-- Upaya peningkatan kualitas pelayanan publik dan penguatan ekonomi daerah terus menjadi fokus Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan. Rabu (15/4), Bupati Minahasa Selatan, Franky Donny Wongkar, menghadiri Rapat Koordinasi terkait optimalisasi pelayanan kesehatan di RSUD Amurang serta peningkatan sinergi antara pemerintah daerah dan pelaku usaha.
Kegiatan yang berlangsung di Kantor Bupati Minahasa Selatan tersebut menjadi forum strategis dalam merumuskan langkah konkret menghadapi berbagai tantangan di sektor kesehatan dan ekonomi daerah.
Dalam arahannya, Bupati Franky Donny Wongkar menegaskan bahwa RSUD Amurang harus menjadi garda terdepan dalam memberikan pelayanan kesehatan yang prima, cepat, dan terjangkau bagi seluruh masyarakat. Menurutnya, kualitas layanan kesehatan merupakan salah satu indikator utama keberhasilan pemerintah daerah dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.
“RSUD Amurang harus hadir sebagai rumah sakit yang responsif dan profesional. Pelayanan yang cepat, tepat, dan terjangkau menjadi kunci utama,” tegasnya.
Selain sektor kesehatan, perhatian juga diberikan pada penguatan sinergi dengan pelaku usaha dan investor. Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan, lanjutnya, terus mendorong terciptanya iklim investasi yang kondusif melalui kemudahan perizinan, pendampingan usaha, serta keterbukaan terhadap kerja sama strategis.
Dalam rapat tersebut juga disoroti pentingnya implementasi Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) melalui BPJS Kesehatan yang memberikan jaminan layanan kesehatan menyeluruh bagi masyarakat, termasuk tenaga kerja di sektor swasta. Program ini dinilai tidak hanya memberikan perlindungan kesehatan, tetapi juga berdampak pada peningkatan produktivitas dan loyalitas pekerja.
Pemerintah daerah pun menegaskan kewajiban bagi setiap perusahaan untuk mendaftarkan karyawannya dalam BPJS Kesehatan sebagai bagian dari kepatuhan terhadap regulasi sekaligus bentuk tanggung jawab sosial.
Di sisi lain, optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui pajak dan retribusi turut menjadi perhatian. Hal ini dipandang sebagai indikator penting dalam mewujudkan kemandirian fiskal daerah yang berkelanjutan.
Sebagai rumah sakit milik daerah, RSUD Amurang diharapkan terus mendapatkan dukungan dari berbagai pihak, baik pemerintah, sektor swasta, maupun masyarakat. "Kolaborasi lintas sektor dinilai krusial dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan," timpanya.
Peran Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) juga ditekankan dalam upaya menyederhanakan proses perizinan, sejalan dengan implementasi regulasi terbaru guna mendorong peningkatan investasi di daerah.
Kemitraan strategis antara pemerintah daerah dan pelaku usaha, termasuk melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), diharapkan mampu mempercepat pembangunan, membuka lapangan kerja, serta memperkuat sektor UMKM. "Dukungan terhadap sektor kesehatan juga menjadi bagian penting dari kolaborasi ini, guna menciptakan pelayanan publik yang lebih berkualitas," tandasnya.
Turut hadir dalam kegiatan ini Sekretaris Daerah Kabupaten Minahasa Selatan, Glady Kawatu, para Asisten, Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, jajaran perangkat daerah terkait, Plt. Direktur RSUD Amurang dr. Limbert Reinhard Lepa bersama jajaran, Kepala Bank SulutGo Cabang Amurang Meifie M. Runtulalo, serta pimpinan dan perwakilan perusahaan serta pelaku usaha.
Melalui rapat koordinasi ini, Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan menunjukkan komitmen kuat dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang berkualitas sekaligus memperkuat fondasi ekonomi daerah melalui kolaborasi yang berkelanjutan. (Asyer Rokot)
Editor : Asyer Rokot