MANADOPOST.ID-- Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) yang jatuh pada 1 Mei 2026 diprediksi akan berlangsung "adem" di wilayah hukum Polres Minahasa Selatan (Minsel). Meski mengantongi data sekitar 3.000 buruh yang terdaftar, Satuan Intelkam memastikan tidak ada pergerakan massa atau aksi unjuk rasa di Tanah Toar Lumimuut.
Kendati demikian, Kapolres Minsel AKBP David Candra Babega, menegaskan jajarannya tidak ingin kecolongan. Dalam Apel Siaga yang digelar Kamis (30/4) di Mapolres Minsel, seluruh personel diperintahkan tetap dalam posisi siaga penuh.
Kapolres David Babega menjelaskan bahwa fokus pengamanan kini dialihkan pada monitoring pergerakan buruh yang mungkin bertolak ke daerah tetangga seperti Manado atau bahkan terpancing dinamika "May Day Fiesta" di Jakarta yang diperkirakan menyedot 250 ribu massa.
"Situasi yang relatif aman di Minsel tidak boleh membuat kita lengah. Saya instruksikan personel tetap siaga dan siap digerakkan sewaktu-waktu (BKO) jika wilayah lain membutuhkan bantuan pengamanan," tegas AKBP David Babega di hadapan para Pejabat Utama dan personel Polres Minsel.
Sebagai langkah imbangan, Polres Minsel akan menerjunkan tim untuk melakukan patroli dialogis di sentra-sentra industri, kawasan perbelanjaan, dan pusat keramaian. Tujuannya adalah untuk memastikan para pekerja tetap merayakan May Day dengan aktivitas positif tanpa gangguan keamanan.
"Monitoring dan pemetaan terus dilakukan oleh Sat Intelkam. Kita optimis Minsel tetap kondusif, namun kewaspadaan adalah harga mati guna menjamin kamtibmas tetap stabil," tutup perwira menengah berpangkat dua melati tersebut. (Asyer Rokot)
Editor : Asyer Rokot