MANADOPOST.ID-- Penguatan kualitas aparatur menjadi salah satu fokus Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel). Bupati Franky Donny Wongkar menegaskan, profesionalitas ASN tidak cukup diukur dari capaian administratif, tetapi harus tercermin dalam kompetensi, kinerja, integritas, dan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Komitmen tersebut ditunjukkan melalui pembukaan Profiling Aparatur Sipil Negara (PRO-ASN) Pemerintah Kabupaten Minsel Tahun 2026 di Kantor Regional XI Badan Kepegawaian Negara (BKN) Manado, Jumat (30/10).
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 30–31 Oktober 2026, ini menyasar 387 ASN dari 54 perangkat daerah dan unit kerja di lingkungan Pemkab Minsel.
Profiling ASN menjadi langkah strategis untuk memetakan kompetensi dan potensi aparatur secara objektif dan terukur. Hasilnya diharapkan menjadi dasar dalam merancang pengembangan sumber daya manusia aparatur yang sesuai dengan kebutuhan organisasi pemerintahan.
Dalam sambutannya, Wongkar menyampaikan apresiasi kepada BKN, khususnya Kantor Regional XI BKN Manado, atas dukungan dan kerja sama dalam pelaksanaan kegiatan tersebut.
Menurut dia, kualitas penyelenggaraan pemerintahan sangat bergantung pada kualitas aparatur yang menjalankan roda birokrasi. Karena itu, pemerintah membutuhkan ASN yang kompeten, profesional, berintegritas, dan mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.
"Profesionalitas ASN harus terus ditingkatkan. Aparatur dituntut memiliki kompetensi yang memadai agar mampu menjalankan tugas dan memberikan pelayanan publik secara optimal," demikian penekanan Bupati dalam kegiatan tersebut.
Capaian profesionalitas ASN Minsel sejauh ini terbilang positif. Berdasarkan data per 29 Desember 2025, Pemkab Minsel berada pada peringkat ketiga di antara instansi dalam wilayah kerja Kantor Regional XI BKN, dengan nilai Indeks Profesionalitas ASN sebesar 83,14 atau masuk kategori tinggi.
Namun, capaian tersebut bukan alasan untuk berpuas diri. Wongkar mengingatkan bahwa peningkatan kualitas aparatur harus dilakukan secara berkelanjutan melalui pemetaan kompetensi yang lebih menyeluruh.
Dari total 387 peserta, sebanyak empat orang merupakan pejabat Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama, tiga pejabat administrator, enam pejabat pengawas, 60 pejabat fungsional, dan 314 pejabat pelaksana.
Para peserta akan mengikuti pemetaan sejumlah aspek kompetensi, meliputi kompetensi manajerial dan sosial kultural, literasi digital, serta kemampuan beradaptasi terhadap perubahan.
Bupati juga mengimbau seluruh peserta mengikuti setiap tahapan asesmen dengan sungguh-sungguh, jujur, dan penuh tanggung jawab. Hasil profiling diharapkan memberikan gambaran objektif mengenai potensi dan kemampuan masing-masing aparatur.
“Data tersebut nantinya menjadi salah satu pijakan bagi pemerintah daerah dalam menyusun strategi pengembangan ASN berbasis kompetensi dan kebutuhan organisasi,” kuncinya.
Bagi Pemkab Minsel, penguatan manajemen ASN bukan sekadar memenuhi tuntutan administrasi kepegawaian. Lebih dari itu, langkah ini menjadi bagian dari pembenahan birokrasi agar semakin efektif, profesional, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.
Wongkar berharap capaian Indeks Profesionalitas ASN yang telah diraih dapat menjadi pijakan untuk terus melakukan perbaikan. Sebab, profesionalitas aparatur pada akhirnya harus dibuktikan melalui kinerja berkualitas dan pelayanan yang manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat.
Turut hadir Kepala Kantor Regional XI BKN Manado Ojak Murdani, didampingi Kepala Bagian Tata Usaha Tonny Munayang, Ketua Kelompok Kerja Pembinaan Jovinus Montolalu, serta jajaran Kantor Regional XI BKN Manado.
Hadir pula Sekretaris Daerah Minsel Glady Kawatu, Plt Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat yang juga Kepala BKPSDM Minsel Sonny Makaenas, para pejabat pimpinan tinggi pratama, serta jajaran Pemkab Minsel. (Asyer Rokot)
Editor : Asyer Rokot