MANADOPOST.ID—Belanja barang dan jasa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa Utara (Minut), mulai dikebut. Demi memacu daya beli masyarakat di masa pandemi Covid-19.
Bupati Minut Joune Ganda mengatakan, hal itu sebagaimana instruksi Presiden Joko Widodo dalam rakor yang digelar bersama para kepala daerah lainnya.
“Kita diminta menggerakkan perekonomian dengan cara kita harus segera melaksanakan belanja barang dan belanja modal,” ungkapnya di sela-sela Gelar Pengawasan Dalam Rangka Pemantauan dan Pemutahiran Data Tindak Lanjut Hasil Pemeriksaan di Sutanraja Hotel, Jumat (30/4) siang.
Dengan begitu, uang hasil pembelanjaan barang dan jasa yang dilakukan pemerintah daerah diharapkan dapat menggerakkan roda perekonomian. “Kita akan akselerasi, karena kemarin kita menunggu dan sekarang sesuai arahan Pak Presiden kita akan percepat agar uang ini beredar di masyarakat dan pertumbuhan ekonomi kita berjalan dengan baik,” harap salah satu kepala daerah rupawan itu.
“Kita melihat perkembangan di beberapa negara yang dari awalnya sudah turun kemudian meningkat signifikan, maka kita diminta pak Presiden untuk meningkatkan kewaspadaan,” kata JG.
Diketahui, hingga awal triwulan II Tahun Anggaran 2021, serapan APBD Pemkab Minut baru menyasar belanja rutin pegawai. Yakni gaji ASN,THL dan perangkat serta operasional wajib. Langkah itu diambil seiring dengan proses refocusing dan pergeseran anggaran yang baru saja tuntas dibahas TAPD Pemkab dan Banggar DPRD Minut.Kegiatan tersebut pun dilanjutkan dengan penandatanganan pakta integritas perangkat daerah serta penandatanganan komitmen no pungli dan menolak gratifikasi, oleh Bupati, Wakil Bupati, Sekkab Minut, para Asisten dan jajaran Pemkab Minut. (jen)
Editor : Jendry Dahar