MANADOPOST.ID—Pembelajaran tatap muka yang mulai digelar di awal bulan depan Juli, tinggal menyisahkan sebulan. Ternyata, belum semua sekolah di Minahasa Utara (Minut) dan Bitung bisa melaksanakannya.
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Sulut Minut-Bitung Femmy Mamahit merinci, ada delapan SMA/SMK yang telah di 20 SMA di Minut dan 12 di Bitung. Sementara 15 SMK di Bitung dan 16 di Minut.
Kata dia, pada prinsipnya semua sekolah di wilayah Minut dan Bitung telah siap melaksanakan pembelajaran tatap muka.
Namun, baru delapan di antaranya yang telah melengkapi dokumen.
“Sebenarnya sudah ada delapan. Lima di Bitung dan Tiga di Minut. Yang di Bitung sudah ada izin, tetapi di Minut masih menunggu surat dari Satgas Covid-19 yang memang belum turun,” ungkapnya.
Lima sekolah di Bitung yang sudah mendapat izin dan memenuhi syarat di antaranya; SMA N 1 Bitung, SMA N 2 Bitung, SMA N 3 Bitung, SMA Tumou Tou dan SMK Pelita Bahari. Sedangkan tiga sekolah yang sudah melengkapi dokumen tetapi masih harus menunggu surat dari Satgas Covid-19 di Minut; SMK Kristen Yadika, SMK Baramuli Airmadidi, Manado Independent School.
”Kami terus mengawal semua sekolah untuk segera melengkapi dokumen yang menjadi persyaratan untuk sekolah tatap muka. Kami berupaya sebelum awal tahun ajaran baru, semua sudah melengkapi,” tandasnya.
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo menekankan sekolah tatap muka terbatas harus dijalankan dengan ekstra hati-hati. Di antaranya, sekolah hanya boleh dilakukan maksimal dua hari dalam seminggu dengan waktu belajar maksimal dua jam.
"Jadi, seminggu hanya maksimal dua hari boleh tatap muka. Setiap hari, maksimal hanya dua jam. Dan kelas hanya diperbolehkan maksimal 25 persen dari jumlah murid yang hadir," ujar Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin.
Budi juga menekankan, opsi menghadirkan anak ke sekolah ditentukan orang tua. "Tugas kami, memastikan semua guru harus selesai divaksinasi sebelum sekolah dimulai, jadi mohon bantuan kepada kepala daerah untuk memprioritaskan guru," ujar dia.
Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Nadiem Makarim menargetkan semua sekolah sudah melakukan kegiatan pembelajaran tatap muka mulai Juli 2021.
Pembelajaran tatap muka rencananya dilakukan dengan sistem rotasi. Sebagian siswa akan bergantian masuk ke sekolah dan sisanya melakukan pembelajaran daring secara bergantian. Pembelajaran di sekolah juga harus dilakukan dengan menerapkan prokes ketat.
Hasil pengawasan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) terhadap uji coba pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas menunjukkan sebanyak 79,54 persen sekolah siap menggelar pembelajaran tatap muka di masa pandemi.
"Kenaikan luar biasa dari 16,7 persen berdasarkan daftar periksa kami, sekolah yang siap mencapai 79,54 persen,” kata Anggota KPAI Retno Listyarti. (jen)
Editor : Jendry Dahar