MANADOPOST.ID—Bursa kandidat Bupati Minahasa Utara (Minut) Pilkada Tahun 2024, sudah mengerucut. Per hari ini, setidaknya ada empat kandidat yang mencuat. Masing-masing hampir pasti ikut berebut kursi orang nomor 1 di Bumi Tumatenden.
Incumbent Bupati Minut Joune Ganda (JG) berada di garis depan. Berstatus petahana, Wakil Ketua Bidang Ekonomi PDI Perjuangan Sulawesi Utara (Sulut) punya infratruktur penunjang. Baik secara politik maupun birokrasi.
Apalagi, Wakil Ketua Umum APKASI dipastikan kembali didampingi Kevin W Lotulung (KWL), Wakil Bupati Minut saat ini. Akumulasi keberhasilan keduanya di periode ini, akan menjadi insentif elektoral sebagai modal menatap kontestasi.
Popularitas JG akan ditandingi Melky J Pangemanan (MJP). Belakangan, Ketua PSI Sulut getol berkampanye di dunia maya. Flyer bergambar legislator Gedung Cengkih itu, bertebaran di media sosial (medsos).
Dukungan Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep, putra Presiden Joko Widodo, bisa jadi kartu truf. Sebab bila penguasa ikut ‘cawe-cawe’ di Pilkada Minut, sudah pasti sokongan infrastruktur istana, mempermudah jalan MJP meraih DB 1 F.
Penantang potensial petahana juga datang dari dari eks incumbent. Sosok Sompie Singal (SS) diminati pemilih tradisional. Pilkada Minut 2020 buktinya. Meski tak didukung cost politics tinggi dan mesin partai yang solid, mantan Bupati itu, tetap mendapat suara signifikan.
Pendukungnya loyal. Meski, jumlahnya jauh dibandingkan total pemilih di Tanah Tonsea. Sehingga bila didukung finansial dan tim sukses kuat, peluang menang Sompie masih sangat besar.
Figur alternatif lain datang dari jalur independen. Ramoy M Luntungan (RML). Eks Bupati Minahasa Selatan (Minsel) sedang menggalang dukungan. Sebagai kuda hitam, namanya populer di kalangan tetua Suku Tonsea. Namun agar bisa dipilih, tentu perlu kerja ekstra. Jika langkah serius diambil segera, bukan tidak mungkin kejutan datang dari RML pada November nanti.
Pengamat politik Alfons Kimbal menilai peluang empat pasangan calon (paslon) di Pilkada Minut terbuka lebar. Hal itu bila melihat dinamika yang terjadi usai Pemilu 2024. Namun, proses politik masih berlangsung. Sehingga segala sesuatu bisa terjadi.
“Ada banyak figur yang maju dalam satu Pilkada menjadi harapan banyak pihak agar bisa ada lebih banyak pilihan. Tapi, alangkah lebih baik, bila semuanya kompetitif,” nilainya.
Baginya, sejauh ini, petahana masih paling diuntungkan. Apalagi JG sebagai bupati, akan kembali maju bersama KWL, wakil bupati saat ini. Dinilainya bila keduanya berpisah, KWL akan menjadi lawan terberat JG. “Kalau kembali bersama, artinya ada gabungan dua kekuatan terkuat. Sehingga bisa kita simpulkan keduanya masihlah yang terkuat,” ungkapnya.
Namun begitu, tak berarti pertandingan selesai sebelum bertanding. Bagi dia, kejutan tetap bisa terjadi andai lebih sedikit paslon yang bertarung. Dengan begitu, masyarakat yang tidak puas dengan incumbent akan lebih fokus mengarahkan pilihan kepada lawannya di Pilkada.
“Nah, ini yang perlu ditunggu hingga dinamika politik tiba di masa akhir pendaftaran. Sebab, bila melihat situasi sekarang, ada juga peluang petahana melawan kotak kosong. Sehingga perlu menunggu waktu untuk lebih bisa memprediksi peluang calon di Pilkada Minut nanti,” tandasnya. (jen)
Editor : Jendry Dahar