MANADOPOST.ID — Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVII Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) Tahun 2026 tidak hanya membahas Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden RI, namun juga menyoroti penguatan hubungan antara pemerintah pusat dan daerah, termasuk isu fiskal, Pilkada, serta tren pertumbuhan ekonomi nasional.
Ketua Umum Apkasi yang juga Bupati Lahat, Bursah Zarnubi, menegaskan bahwa Rakernas XVII diharapkan menghasilkan terobosan kebijakan strategis yang akan dirangkum dalam rekomendasi resmi Apkasi.
“Ada dua hal krusial yang dibahas, yakni Pilkada dan tren pertumbuhan ekonomi. Semua ini penting agar posisi Asta Cita semakin kuat dan tepat sasaran,” tegas Bursah Zarnubi.
Sejumlah menteri dan pejabat negara hadir sebagai narasumber dalam forum dialog Rakernas, di antaranya Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman, perwakilan Kementerian PUPR, Kepala BKN, Menteri Desa dan PDT Yandri Susanto, Menteri Sosial Saifullah Yusuf, Ketua Komisi II DPR RI Rifqinizamy Karsayuda, serta pakar dan lembaga pemantau otonomi daerah.
Dalam paparannya, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menekankan bahwa transformasi sektor pertanian nasional tidak semata bergantung pada besarnya anggaran, melainkan pada keberanian mengambil kebijakan yang efisien dan berpihak pada hilirisasi.
“Bupati adalah eksekutor di lapangan. Jangan hanya ekspor bahan mentah, tapi dorong produk bernilai tambah tinggi,” tegas Mentan.
Ia mencontohkan reformasi besar melalui Instruksi Presiden (Inpres) terkait distribusi pupuk yang memangkas rantai birokrasi panjang.
“Dulu pupuk tertahan oleh birokrasi. Kami menghadap Presiden, dan hanya dalam satu malam Inpres terbit. Sekarang dari Kementan langsung ke pabrik dan ke petani,” ungkapnya.
Kebijakan tersebut, dikombinasikan dengan perbaikan subsidi dan efisiensi pabrik, diklaim mampu menghemat hingga Rp513 triliun bagi negara sampai tahun 2035.
Mentan juga mengapresiasi kolaborasi para bupati yang berhasil mempercepat target swasembada pangan nasional. Indonesia yang semula diprediksi membutuhkan waktu empat tahun, justru mampu mencapainya hanya dalam satu tahun.
Keberhasilan ini bahkan mendapat pengakuan internasional melalui penghargaan dari FAO serta apresiasi dari sejumlah negara maju, seperti Jepang, Cile, dan Amerika Serikat.
Rakernas XVII Apkasi diharapkan menjadi momentum konsolidasi nasional untuk memperkuat peran daerah sebagai mitra strategis pemerintah pusat dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan dan berkeadilan.(Del)
Editor : Ridel Palar