Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Minut Canangkan Gerakan Indonesia ASRI, Kebersihan Jadi Kunci Pariwisata

Ridel Palar • Senin, 9 Februari 2026 | 19:52 WIB
Photo
Photo

 

MANADOPOST.ID — Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara (Minut) menegaskan komitmennya menjaga kebersihan dan estetika wilayah sebagai penopang utama sektor pariwisata.

 

Komitmen itu diwujudkan melalui apel khusus sekaligus pencanangan Gerakan Indonesia Asri yang dipadukan dengan program lokal Jaga Kebersihan Wilayah dan Lingkungan (JGKWL) di lapangan upacara Pemkab Minut, Senin (9/2/2026).

 

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut Instruksi Bupati Minut Nomor 44 Tahun 2021 serta respons atas arahan Presiden RI Prabowo Subianto dalam Taklimat Presiden pada Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah.

 

Mewakili Bupati Joune Ganda, Sekretaris Daerah Minut Novly Wowiling bertindak sebagai pembina apel. Ia menegaskan, gerakan tersebut bukan sekadar seremoni, melainkan aksi nyata membangun budaya bersih di tengah masyarakat.

 

“Ini bukan kegiatan simbolis. Kita ingin gerakan ini benar-benar dilaksanakan sampai ke desa dan kelurahan. Kebersihan menjadi fondasi utama kemajuan daerah,” tegas Wowiling.

 

Menurutnya, program ini juga menjadi langkah sinkronisasi antara kebijakan pemerintah pusat dan program daerah yang selama ini telah berjalan melalui JGKWL.

 

“Komitmen Bapak Presiden terhadap kebersihan sangat kuat. Gerakan Indonesia Asri mencakup kebersihan lingkungan hingga penataan atribut seperti spanduk dan baliho yang tidak tertata. Kita padukan dengan JGKWL supaya hasilnya lebih maksimal,” ujarnya.

 

Wowiling menekankan, kebersihan merupakan “nyawa” pariwisata. Sebagai salah satu daerah destinasi unggulan di Sulawesi Utara, Minut harus mampu menghadirkan lingkungan yang nyaman dan asri bagi wisatawan.

 

“Pariwisata identik dengan kebersihan. Kalau daerah kita bersih dan indah, wisatawan pasti betah. Itu yang harus kita jaga secara konsisten,” tambahnya.

 

Sebagai tanda dimulainya gerakan, dilakukan penyerahan alat kebersihan secara simbolis kepada para camat. Langkah ini menandai bahwa tanggung jawab menjaga lingkungan tidak hanya berada di pemerintah kabupaten, tetapi melibatkan seluruh elemen masyarakat.

 

Adapun fokus Gerakan Indonesia Asri di Minut meliputi pembersihan sampah di permukiman dan fasilitas publik, penataan estetika dengan membersihkan spanduk dan baliho kedaluwarsa, serta kolaborasi lintas sektor mulai dari pemerintah, Forkopimda hingga warga.

 

“Ini gerakan moral bersama. Tanpa kesadaran masyarakat, program ini tidak akan berhasil. Kebersihan adalah tanggung jawab kita semua,” pungkas Wowiling. (Del)

Editor : Ridel Palar