MANADOPOST.ID—Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara menggelar diskusi publik satu tahun periode kedua kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Minahasa Utara dengan tema Konsolidasi Tata Kelola dan Akselerasi Transformasi Pembangunan Kabupaten Minahasa Utara Berbasis Inovasi dan Kolaborasi Menuju Pertumbuhan Inklusif dan Berkelanjutan.
Kegiatan tersebut dilaksanakan di ruang sidang Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Minahasa Utara, Senin (9/3).
Dalam kesempatan itu, Bupati Joune Ganda memaparkan berbagai capaian pembangunan yang telah diraih pada tahun pertama periode kedua kepemimpinannya bersama Wakil Bupati Kevin William Lotulung.
Menurut Joune, sejumlah indikator makroekonomi menunjukkan perkembangan positif meski menghadapi berbagai tantangan pembangunan daerah.
“Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Minahasa Utara pada tahun 2025 tercatat sebesar 5,5 persen. Angka ini masih berada dalam rentang target RPJMD kami yang berkisar antara 5,22 hingga 5,75 persen,” ujar Joune.
Ia menjelaskan, sektor perdagangan, konstruksi, pertambangan serta pariwisata masih menjadi motor utama penggerak pertumbuhan ekonomi daerah.
Selain itu, pemerintah daerah juga berhasil menurunkan angka kemiskinan. Jika target pemerintah daerah berada pada angka 6,94 persen, realisasi pada 2025 berhasil ditekan hingga 6,05 persen.
“Ini menjadi capaian yang cukup baik karena angka tersebut juga berada di bawah rata-rata kemiskinan Provinsi Sulawesi Utara bahkan lebih rendah dari tingkat nasional,” jelasnya.
Dari sisi kualitas hidup masyarakat, indeks pembangunan manusia (IPM) Kabupaten Minahasa Utara juga menunjukkan tren positif. Pada 2025, IPM Minut tercatat mencapai 77,76 yang masuk kategori tinggi.
“Tidak banyak kabupaten di Indonesia yang memiliki IPM kategori tinggi. Ini menjadi indikator bahwa kualitas hidup masyarakat Minahasa Utara terus meningkat,” tambah Joune.
Selain itu, pemerintah daerah juga berhasil memperkecil kesenjangan ekonomi yang tercermin dari penurunan gini rasio. Target pemerintah daerah berada pada angka 0,37, namun realisasi pada 2025 berhasil ditekan hingga 0,359.
Menurut Joune, semakin kecil angka gini rasio menunjukkan distribusi pendapatan masyarakat yang semakin merata.
“Ini menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi tidak hanya dinikmati kelompok tertentu, tetapi juga memberi dampak pada kesejahteraan masyarakat secara lebih luas,” katanya.
Dalam aspek pembangunan berkelanjutan, Pemkab Minut juga mencatat peningkatan pada indeks kualitas lingkungan hidup. Target 2025 berada pada angka 73,66 dan berhasil dilampaui dengan capaian 75,38.
Joune menegaskan bahwa pembangunan daerah harus tetap memperhatikan keseimbangan lingkungan.
“Tidak ada pembangunan tanpa dampak lingkungan. Namun yang penting adalah bagaimana kita menjaga keseimbangan agar pertumbuhan ekonomi tidak menimbulkan kerusakan lingkungan yang besar di masa depan,” ujarnya.
Dari sisi tata kelola pemerintahan, Kabupaten Minahasa Utara juga mencatat sejumlah prestasi. Salah satunya adalah peningkatan Indeks Inovasi Daerah yang berhasil mencapai kategori sangat inovatif pada 2025.
Menurut Joune, pencapaian tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh perangkat daerah dalam mendorong berbagai inovasi pelayanan publik.
Selain itu, indeks tata kelola pengadaan juga melampaui target dengan capaian 90,92, serta indeks reformasi hukum yang mencapai 67,54 dari target 55.
“Ini menunjukkan komitmen kami untuk membangun tata kelola pemerintahan yang baik, transparan, dan akuntabel,” jelasnya.
Ia juga menyoroti rendahnya tingkat kriminalitas di Minahasa Utara yang menjadi salah satu faktor penting dalam menarik investasi.
“Investor pasti akan memilih daerah yang aman. Walaupun memiliki potensi besar, jika tingkat kriminalitas tinggi maka akan menjadi pertimbangan bagi investor untuk masuk,” katanya.
Dari sisi investasi, realisasi investasi daerah pada 2025 juga hampir mencapai target dengan capaian sekitar 97,85 persen.
Pemerintah daerah juga terus mendorong pengembangan sektor pariwisata, terutama di kawasan KEK Likupang yang menjadi salah satu destinasi prioritas nasional.
Menurut Joune, sejumlah proyek investasi pariwisata saat ini sedang berjalan, termasuk rencana pembangunan resort berskala internasional oleh Club Med yang diperkirakan memiliki nilai investasi hingga Rp12 triliun.
Ia berharap berbagai investasi tersebut dapat memperkuat sektor pariwisata sekaligus meningkatkan lama tinggal wisatawan di Minahasa Utara.
“Kami berharap investasi yang masuk dapat memberikan dampak langsung bagi pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” pungkas Joune. (Del)
Editor : Ridel Palar