MANADOPOST.ID — Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara (Minut) terus mendorong peningkatan kualitas layanan kesehatan, salah satunya melalui penguatan digitalisasi di rumah sakit serta penambahan fasilitas kesehatan baru.
Sekretaris Daerah Minut, Novly Wowiling, mengatakan implementasi digitalisasi pelayanan rumah sakit di Minut saat ini sudah berjalan dengan pendampingan dari BPJS Kesehatan.
“Digitalisasi pelayanan rumah sakit sudah dilakukan. Ini juga atas arahan dan pendampingan dari BPJS,” ujarnya.
Namun demikian, Wowiling mengakui masih terdapat beberapa komponen yang perlu diperkuat, terutama pada sistem integrasi layanan seperti bridging dengan apotek dan farmasi.
“Masih ada beberapa yang perlu diperbaiki, termasuk integrasi dengan farmasi. Ini sudah menjadi catatan dan harus segera ditindaklanjuti,” tegasnya.
Ia bahkan telah meminta langsung kepada manajemen RSUD Walanda Maramis agar menjadikan hal tersebut sebagai prioritas untuk segera diselesaikan dalam waktu dekat.
Di sisi lain, Wowiling mengungkapkan bahwa rumah sakit di Minahasa Utara, khususnya RSUD Walanda Maramis, saat ini masuk dalam jajaran terbaik di Sulawesi Utara berdasarkan penilaian Persatuan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI).
“Ini menjadi kebanggaan kita. RSUD Walanda Maramis termasuk salah satu yang terbaik di Sulawesi Utara,” katanya.
Untuk semakin meningkatkan layanan, Pemkab Minut juga tengah mempersiapkan pembangunan fasilitas di RSUD Walanda Maramis termasuk yang cuci darah. Fasilitas tersebut direncanakan mulai beroperasi pada Juli 2026.
“Pembangunan gedung sementara berjalan, termasuk pengadaan peralatan. Targetnya bisa operasional pertengahan tahun ini,” jelasnya.
Menariknya, pembangunan fasilitas kesehatan tersebut tidak sepenuhnya menggunakan anggaran pemerintah daerah, melainkan melalui kerja sama dengan pihak swasta.
“Ini kolaborasi dengan swasta untuk melengkapi layanan yang sudah ada, terutama karena beberapa rumah sakit sudah cukup padat,” ungkap Wowiling.
Dengan adanya fasilitas baru ini, diharapkan masyarakat memiliki lebih banyak pilihan layanan kesehatan, sehingga tidak hanya bergantung pada satu rumah sakit.
Meski demikian, Wowiling juga mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan agar masyarakat tidak sampai membutuhkan layanan medis berat.
“Upaya pencegahan tetap yang utama. Kita berharap masyarakat bisa menjaga kesehatan dengan baik,” tandasnya.(Del)
Editor : Ridel Palar