Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Sampah Menumpuk, Sopir Pick Up Mengadu ke Kantor Bupati

Ridel Palar • Rabu, 22 April 2026 | 19:43 WIB
Kadis DLH Minut Olfie Kalengkongan saat menerima keluhan dari Sopir Pick Up pengangkut sampah di Kantor Bupati Minahasa Utara
Kadis DLH Minut Olfie Kalengkongan saat menerima keluhan dari Sopir Pick Up pengangkut sampah di Kantor Bupati Minahasa Utara

 

 

MANADOPOST.ID – Aktivitas pengangkutan sampah di Kabupaten Minahasa Utara sempat terganggu. Sebanyak 16 mobil pick up pengangkut sampah mendatangi Kantor Bupati Minut, menyusul penutupan portal Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Airmadidi, Rabu (22/4).

 

Para sopir mengaku tidak dapat membuang sampah meski telah membayar retribusi melalui PUD Klabat. Kondisi ini membuat sampah menumpuk sejak beberapa hari terakhir.

 

Ivan, salah satu sopir, mengatakan bahwa mereka telah lama menjalin kerja sama dengan PUD Klabat terkait pembayaran retribusi pembuangan sampah.

 

“Retribusi kami bayar, ada yang harian, mingguan, bahkan bulanan. Tapi sudah beberapa hari ini kami tidak bisa buang sampah karena portal TPA ditutup,” ungkapnya.

 

Ia menambahkan, persoalan tersebut sebenarnya sudah terjadi beberapa pekan terakhir, namun para sopir masih mencoba bersabar sambil menunggu solusi.

 

“Kami sudah sempat ke PUD Klabat, tapi belum ada jalan keluar. Makanya sekarang kami datang langsung ke kantor bupati,” ujarnya.

 

Keluhan serupa disampaikan sopir lainnya, Korea. Ia menjelaskan, dalam sehari dirinya bisa melakukan satu hingga tiga kali pengangkutan sampah dari wilayah Airmadidi dan Watudambo.

 

“Alasannya karena alat di TPA rusak. Kami berharap pemerintah bisa segera menyiapkan alat baru supaya aktivitas kembali normal,” katanya.

 

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Minut, Olfie Kalengkongan, menjelaskan bahwa penutupan sementara TPA disebabkan adanya perbaikan alat berat yang digunakan di lokasi tersebut.

 

“Memang alat sementara diperbaiki. Tapi kami sudah sampaikan bahwa TPA akan dibuka kembali hari ini,” jelasnya.

 

Bahkan, untuk merespons aspirasi para sopir, DLH langsung menginstruksikan agar portal TPA segera dibuka tanpa menunggu jadwal semula.

 

“Kami sudah minta petugas untuk membuka TPA agar para pengangkut sampah bisa kembali beraktivitas,” tegas Kalengkongan.

 

Ia juga mengungkapkan bahwa pemerintah daerah telah menganggarkan pengadaan alat berat baru berupa satu unit ekskavator, yang saat ini masih dalam proses lelang.

 

Sementara itu, Asisten II Pemkab Minut, Robby Parengkuan, menilai persoalan tersebut lebih kepada miskomunikasi di lapangan.

 

“Ini sebenarnya hanya kendala komunikasi. TPA tidak ditutup permanen, hanya ada perbaikan alat. Sekarang sudah dibuka dan aktivitas kembali normal,” jelasnya.

 

Terkait retribusi, Pemkab Minut berencana menggelar rapat koordinasi dengan PUD Klabat guna memastikan sistem pengelolaan sampah berjalan lebih baik ke depan.

 

Dengan dibukanya kembali TPA, para sopir langsung bergerak menuju lokasi untuk membuang sampah yang sempat tertahan, sekaligus mengakhiri polemik yang sempat terjadi. (Del)

 

Editor : Ridel Palar
#Sampah di Minut #DLH Minut