MANADOPOST.ID—Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara menyampaikan penghormatan terakhir kepada almarhum Laksamana Pertama (Laksma) TNI Febri Yakob Takudung Paruntu dalam ibadah rumah duka yang berlangsung di Desa Watudambo I, Kecamatan Kauditan, Sabtu (25/4).
Sambutan tertulis Bupati Minahasa Utara yang dibacakan Sekretaris Daerah (Sekda) Minut, Novly Wowiling, menegaskan bahwa kepergian almarhum menjadi duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi pemerintah dan masyarakat.
Dalam penyampaiannya, Wowiling mengajak seluruh hadirin untuk bersyukur atas penyertaan Tuhan, sekaligus merenungkan makna kehidupan di tengah peristiwa duka tersebut.
“Kita semua hadir dalam persekutuan iman untuk memberikan penghormatan terakhir, sekaligus penghiburan bagi keluarga yang ditinggalkan,” ujarnya.
Ia menyoroti usia almarhum yang masih relatif muda, yakni 49 tahun, sebagai pengingat bahwa kehidupan sepenuhnya berada dalam kedaulatan Tuhan.
“Usia produktif bukanlah ukuran panjang pendeknya kehidupan, melainkan bagaimana kita mengisinya dengan makna, iman, dan pengabdian,” ungkap Wowiling.
Menurutnya, almarhum dikenal sebagai sosok yang berdedikasi tinggi, baik sebagai perwira TNI maupun sebagai kepala keluarga. Pengabdian tersebut dinilai menjadi teladan bagi banyak orang.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara, kami menyampaikan duka cita yang mendalam. Kepergian beliau merupakan kehilangan besar, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi bangsa dan negara,” katanya.
Wowiling juga menegaskan bahwa pemerintah daerah memberikan penghargaan setinggi-tingginya atas jasa dan pengabdian almarhum selama menjalankan tugas sebagai abdi negara.
Di akhir sambutannya, ia mengajak keluarga yang berduka untuk tetap kuat dan bersandar kepada Tuhan dalam menghadapi kehilangan.
“Memang tidak mudah menghadapi kehilangan orang yang kita kasihi, namun Tuhan tidak pernah meninggalkan umat-Nya. Kiranya damai sejahtera selalu menyertai keluarga,” tutupnya.
Ibadah rumah duka berlangsung khidmat dan dihadiri unsur TNI, pemerintah daerah, tokoh agama, serta masyarakat yang turut memberikan penghormatan terakhir kepada almarhum. (Del)
Editor : Ridel Palar