MANADOPOST.ID — Industri musik lokal Sulawesi Utara kembali diramaikan dengan hadirnya ajang pencarian bakat vokal Sulut Idol 2026.
Kegiatan yang digelar Creathiz Production bersama Panitia Pelaksana Sulut Idol 2026 ini berlangsung meriah di Telaga Indah Saga, Kecamatan Dimembe, Kabupaten Minahasa Utara, Sabtu (22/08/26).
Sebanyak 15 peserta dari berbagai kabupaten/kota di Sulawesi Utara tampil menunjukkan kemampuan vokal terbaik mereka di hadapan dewan juri dan penonton.
Penampilan diawali Septian Sunarjo yang membawakan lagu Kasih Putih karya Glenn Fredly. Tesalonika Sajow tampil melalui lagu Kisah Sempurna dari Mahalini, disusul Serensia Wolajan dengan Cinta Pertama dan Terakhir milik Sherina. Baik Tesalonika dan Serensia menampilkan teknik vokal dan improvisasi yang matang.
Persaingan kemudian semakin menarik dengan penampilan peserta yang menonjolkan karakter vokal kuat.
Valentino Wongkar membawakan Jangan Paksa Rindu dari Seventeen, sementara Vallent Richard tampil dengan lagu Kangen dari Dewa 19.
Penampilan berikutnya dengan kualitas yang cukup baik. Putri Setiawan membawakan Lumpuhkanlah Ingatanku dari Geisha, Sheila Mangudis dengan Hilang Tanpa Bilang dari Meyska, Grace Simanungkalit membawakan Pudar dari Rossa, serta Miracle Engelen melalui lagu Tak Ingin Usai dari Keisya Levronka.
Panggung Sulut Idol kemudian dilanjutkan dengan penampilan Matius Kumarurung yang membawakan Januari dari Glenn Fredly, Fander Masuri dengan Arti Cinta dari Ari Lasso, serta Franklin Sahensolar yang tampil melalui lagu Symphoni dari Once.
Sementara itu, Shawn Laleleh membawakan Pergilah Kasih yang dipopulerkan D'Masiv, kemudian Alexandro tampil dengan lagu Inikah Rasa Cinta dari M.E.
Rangkaian penampilan ditutup dengan penampilan istimewa dari Ezra Kalangit yang membawakan Menghujam Jantungku karya Tompi.
Penampilannya menjadi salah satu momen yang turut menghidupkan suasana panggung Sulut Idol 2026 dengan Dewan Juri Sandy Liow, Windy Karwur, Christin Makarem, Patrick Paat.
Ketua Panitia Pelaksana sekaligus Penanggung Jawab Kegiatan, Patrick Ferdinan Paat, mengatakan, Sulut Idol tidak sekadar dirancang sebagai ajang perlombaan menyanyi.
Menurutnya, kegiatan tersebut hadir sebagai wadah untuk menemukan, mengembangkan, sekaligus memberikan ruang bagi talenta-talenta muda Sulawesi Utara dalam bidang seni musik dan vokal.
“Sulut Idol bukan sekadar lomba menyanyi. Kegiatan ini dirancang sebagai wadah pengembangan bakat seni musik dan vokal di Sulawesi Utara,” ujar Patrick.
Ia berharap, kehadiran Sulut Idol dapat menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem musik lokal yang semakin berkembang, sekaligus membuka peluang bagi para talenta daerah untuk melangkah ke tingkat yang lebih tinggi.
Patrick juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut, khususnya pihak Telaga Indah Saga sebagai tuan rumah, jajaran keamanan, panitia, peserta, serta masyarakat Sulawesi Utara yang hadir dan menyaksikan langsung jalannya Sulut Idol 2026.
“Terima kasih kepada tuan rumah Telaga Indah Saga, pihak keamanan, panitia, para peserta, dan seluruh warga Sulawesi Utara yang telah menyaksikan dan mendukung kegiatan ini,” tuturnya.
Hadirnya Sulut Idol 2026 diharapkan tidak berhenti sebagai sebuah kompetisi, tetapi menjadi langkah awal untuk melahirkan lebih banyak penyanyi berbakat dari Sulawesi Utara serta memperkuat eksistensi industri musik lokal di daerah. (mpd)
Editor : Filip Kapantow