Jembatan Perintis Garuda, Buka Akses Warga Kokoleh Satu

Ridel Palar • Dipublikasikan Rabu, 2 September 2026 | 19:25 WIB
Danrem 131/Santiago Brigjen TNI Yuri Elias Mamahi, Dandim 1310/Bitung Letkol Inf I Dewa Made Darmawan Juniarta bersama Bupati Minut Joune Ganda dan Ketua DPRD Minut Vonny Rumimpunu saat meresmikan jembatan Perintis Garuda yang ada di Desa Kokoleh satu.
Danrem 131/Santiago Brigjen TNI Yuri Elias Mamahi, Dandim 1310/Bitung Letkol Inf I Dewa Made Darmawan Juniarta bersama Bupati Minut Joune Ganda dan Ketua DPRD Minut Vonny Rumimpunu saat meresmikan jembatan Perintis Garuda yang ada di Desa Kokoleh satu.

 

 

MANADOPOST.ID – Puluhan keluarga di Desa Kokoleh Satu, Kecamatan Likupang Selatan, Kabupaten Minahasa Utara, kini bisa bernapas lega. Jembatan Perintis Garuda Kamanga yang sebelumnya mengalami kerusakan parah kini selesai diperbaiki dan kembali dapat dilalui masyarakat.

 

Jembatan tersebut menjadi akses vital bagi warga yang selama bertahun-tahun menghadapi kesulitan menyeberangi sungai. Kehadiran jembatan baru ini pun disambut sukacita masyarakat setempat.

 

Bupati Minahasa Utara Joune Ganda mengatakan, keberadaan jembatan memberikan manfaat besar bagi warga, khususnya masyarakat yang bermukim di seberang sungai.

 

Menurut Joune, jembatan tersebut sebenarnya telah ada sejak lama dan bahkan dibangun pada masa kolonial Belanda. Namun, karena mengalami kerusakan, akses tersebut tidak lagi dapat digunakan secara optimal.

 

“Jembatan ini sudah lama, dari zaman Belanda dibangun kemudian sudah lama rusak,” ujar Joune saat meninjau Jembatan Perintis Garuda Kamanga, Rabu (2/9/2026).

 

Kerusakan jembatan sebelumnya membuat sekitar 70 hingga 80 kepala keluarga di seberang sungai harus menempuh jalur memutar untuk menjalankan aktivitas sehari-hari.

 

Sebagian warga bahkan terpaksa memanfaatkan akses penyeberangan seadanya. Kondisi tersebut dinilai menyulitkan sekaligus membahayakan keselamatan warga.

 

“Dan tentu ini sangat berbahaya dan sangat menyulitkan masyarakat,” kata Joune.

 

Kini, jembatan yang kembali berfungsi menjadi penghubung penting bagi masyarakat. Berdasarkan keterangan pemerintah desa, sekitar 150 hingga 200 warga setiap hari bergantung pada akses tersebut untuk berbagai aktivitas, mulai dari kegiatan ekonomi, akses anak sekolah hingga menuju area perkebunan.

 

Joune menilai pembangunan kembali jembatan tersebut merupakan bentuk kolaborasi antara pemerintah daerah, TNI dan masyarakat.

 

“Ini menunjukkan bahwa kepentingan masyarakat adalah tujuan utama dari pembangunan jembatan ini. Kolaborasi kami tujuannya untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat,” tegasnya.

 

Joune juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran TNI, khususnya Kodim 1310/Bitung, yang terlibat dalam perbaikan jembatan.

 

Apresiasi turut diberikan kepada Pangdam XIII/Merdeka Mayjen TNI Mirza Agus dan Danrem 131/Santiago Brigjen TNI Yuri Elias Mamahi yang turun langsung meninjau kondisi jembatan.

 

Menurut Joune, peninjauan tersebut penting untuk memastikan pembangunan tidak hanya selesai secara fisik, tetapi juga memenuhi aspek kualitas dan manfaat bagi masyarakat.

 

“Kehadiran ini juga untuk betul-betul memastikan apakah masyarakat senang atau tidak, apakah memang kualitas pekerjaannya baik atau tidak. Jadi ada fungsi kontrol yang luar biasa,” ujarnya.

 

Dari hasil peninjauan, Joune menyebut kondisi jembatan saat ini sangat baik. Pemkab Minut juga memberikan dukungan teknis melalui Dinas PUPR dalam proses pembangunan bersama jajaran TNI.

 

Meski telah kembali digunakan, Joune mengingatkan masyarakat agar tidak menggunakan jembatan secara berlebihan.

 

Pada jembatan telah dicantumkan batas kapasitas maksimal, yakni 1 ton atau maksimal 25 orang.

Karena itu, pemerintah desa diminta melakukan sosialisasi kepada warga mengenai batas penggunaan tersebut.

 

“Jangan bertumpuk di jembatan tersebut. Karena bukan untuk nongkrong, untuk duduk-duduk,” pesan Joune.

 

Pemerintah desa bersama aparat keamanan juga akan membantu mengawasi penggunaan jembatan agar tetap sesuai dengan kapasitas yang ditentukan.

 

Joune menegaskan, menjaga batas kapasitas merupakan bagian dari upaya memperpanjang usia infrastruktur sehingga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.

 

“Umur ekonomisnya lebih panjang tentu masyarakat juga yang akan mendapatkan manfaat yang lebih baik,” tandasnya.

 

Hukum Tua Desa Kokoleh Satu, Adner Natan, mewakili masyarakat menyampaikan apresiasi kepada Presiden RI, TNI dan Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara atas perbaikan jembatan tersebut.

 

Menurutnya, kondisi jembatan sebelumnya sangat memprihatinkan dan membahayakan masyarakat yang melintas.

 

“Kami masyarakat Desa Kokoleh Satu mengucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden RI, TNI dan Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara. Jembatan yang kemarin sempat rusak parah, sekarang sudah dibangun kembali dan kondisinya sudah bisa dilalui kembali,” ujar Adner.

 

Perbaikan dilakukan TNI setelah berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara di bawah kepemimpinan Bupati Joune Ganda dan Wakil Bupati Kevin W. Lotulung.

 

Dengan kembali berfungsinya Jembatan Perintis Garuda Kamanga, warga berharap pembangunan infrastruktur di wilayah pelosok Minahasa Utara terus mendapat perhatian.

 

Peninjauan turut dihadiri Ketua DPRD Minut Vonny Rumimpunu, Danrem 131/Santiago Brigjen TNI Yuri Elias Mamahi, Dandim 1310/Bitung Letkol Inf I Dewa Made Darmawan Juniarta serta Camat Likupang Selatan David Talumantak. (Del)

 

Editor : Ridel Palar
Joune Ganda Pemkab Minut Jembatan Perintis Garuda