Untuk Minahasa sendiri, baru dimulai percobaan di beberapa sekolah di Langowan. Namun, mulai dari PAUD hingga SMP bahkan ibu hamil-menyusui secara menyeluruh belum terjamah program strategis Prabowo-Gibran ini.
Kepala Dinas Pendidikan Minahasa Tommy Wuwungan ketika dihubungi Manado Post menyampaikan masih menunggu edaran. "Kami masih menunggu edaran. Coba tanyakan di Dinas Pangan," katanya.
Terpisah, Kepala Dinas Pangan Teddy Sumual menyampaikan bahwa program ini akan dikelola oleh Badan Gizi Nasional. "Penyedianya ada di Langowan. Namun untuk pastinya, kami masih menunggu juknis dari pemerintah pusat," tukasnya.
Diketahui, sejumlah pihak bakal menjadi penanggung jawab terkait penyaluran MBG. Selain dikelola oleh Badan Gizi Nasional nanti akan ada penyedia. Kemudian tentunya Pemerintah Daerah (Pemda) dalam hal ini Pemkab Minahasa dengan didukung sejumlah SKPD, Kecamatan dan Desa.
Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Joice Pua membeber, bahwa Pemkab Minahasa sudah mengatur anggaran untuk program MBG. "Yang kami tata ada sekira 3 Miliar untuk mendukung program pemerintah pusat, Presiden dan Wakil Presiden, Prabowo-Gibran," tutupnya.(ler)