Aksi ini dilakukan oleh sekelompok warga yang tergabung dalam komunitas pemburu hama babi hutan, yang dikenal aktif memberi kontribusi untuk kampungnya.
Perbaikan jalan yang dilakukan secara mandiri ini merupakan bentuk keprihatinan, karena mereka menilai pemerintah minim perhatian terhadap infrastruktur di wilayah tersebut.
Menurut kelompok ini, kondisi jalan yang rusak sudah lama dibiarkan dan sangat membahayakan keselamatan pengguna jalan, terlebih saat malam hari ketika penerangan sangat minim.
“Kalau dibiarkan terus begini, bisa-bisa ada yang celaka. Apalagi kalau malam, gelap sekali,” ujar salah satu anggota kelompok.
Tidak hanya aktif dalam kegiatan sosial seperti perbaikan jalan, kelompok ini juga dikenal rutin melakukan ronda malam demi menjaga keamanan lingkungan. Mereka ikut menjaga kampung dari ancaman pencurian dan aksi "doger" (pencuri anjing), yang belakangan marak terjadi.
Aksi swadaya ini menjadi simbol solidaritas dan kepedulian warga terhadap kampung mereka, sekaligus seruan kepada pemerintah agar lebih memperhatikan kebutuhan dasar masyarakat, terutama infrastruktur jalan yang layak dan aman.
Warga berharap upaya mereka ini dapat membuka mata pemerintah untuk segera mengambil tindakan nyata demi keselamatan dan kenyamanan masyarakat Papakelan.(***)
Editor : Tanya Rompas