Menurut Lontaan, berbagai kegiatan seperti wisata, pertemuan keluarga, hingga meningkatnya konsumsi makanan dan minuman menjadi faktor utama bertambahnya volume sampah di sejumlah wilayah.
“Setelah masa liburan, produksi sampah umumnya mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Hal ini disebabkan oleh meningkatnya aktivitas masyarakat,” ujarnya.
Ia menjelaskan, jenis sampah yang paling dominan dihasilkan adalah sampah plastik dari kemasan makanan dan minuman. Selain itu, sampah organik berupa sisa makanan juga turut mengalami peningkatan.
Kondisi ini, lanjutnya, menjadi perhatian serius pemerintah daerah karena berpotensi berdampak pada kebersihan dan kelestarian lingkungan jika tidak ditangani dengan baik.
Diketahui, sebelumnya dibernagai kesempatan, Bupati Minahasa Robby Dondokambey terus mengimbau seluruh masyarakat agar lebih peduli terhadap lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan. Masyarakat juga diminta untuk mulai menerapkan pemilahan sampah sejak dari rumah.
“Kesadaran masyarakat sangat penting. Kami mengajak semua pihak untuk bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, serta membiasakan memilah sampah,” pintanya.
Ia berharap, dengan langkah sederhana namun konsisten dari masyarakat, persoalan sampah pasca liburan dapat diminimalisir, sehingga lingkungan di Kabupaten Minahasa tetap bersih, sehat, dan lestari.(ler)
Editor : Lerby Fabio Tamuntuan