Karnaval TK dan Lomba Drumband di Langowan Kampung Presiden Tuai Sorotan, Panitia Janji Evaluasi

Rian Sekeon • Dipublikasikan Sabtu, 15 Agustus 2026 | 09:47 WIB
Karnaval PAUD, TK, Lomba Drumband di Kampung Presiden Langowan menuai sorotan. Panitia menyatakan akan melakukan evaluasi untuk memperbaiki pelaksanaan kegiatan ke depan.
Karnaval PAUD, TK, Lomba Drumband di Kampung Presiden Langowan menuai sorotan. Panitia menyatakan akan melakukan evaluasi untuk memperbaiki pelaksanaan kegiatan ke depan.

 

MANADOPOST.ID — Rangkaian kegiatan dalam rangka memperingati HUT Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 di Langowan seharusnya menjadi ruang kegembiraan bagi masyarakat, khususnya anak-anak.

Namun, pelaksanaan karnaval PAUD,TK dan lomba drum band tingkat SD justru memunculkan sejumlah kritik dari peserta maupun orang tua siswa.

Persoalan yang dipersoalkan bukan hanya mengenai menang atau kalah, tetapi juga menyangkut kesiapan dan profesionalisme penyelenggara. 

Sejumlah hal menjadi sorotan, mulai dari titik start, durasi penampilan, transparansi penilaian hingga komunikasi antara panitia, juri dan pemandu acara.

Rangkaian persoalan tersebut terkesan menunjukkan bahwa kesiapan teknis penyelenggaraan belum maksimal. 

Salah satu orang tua siswa, Valdo Sepang, mengaku kecewa dengan keputusan panitia.
Menurutnya, di balik penampilan anak-anak terdapat proses latihan yang tidak singkat. 

"Saya melihat para siswa telah mempersiapkan diri selama berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan.

Tidak sedikit orang tua yang rela mengeluarkan biaya, waktu dan tenaga agar anak mereka dapat tampil maksimal," ungkapnya. 

Karena itu, peserta dinilai layak mendapatkan perlombaan dengan aturan yang jelas, perlakuan yang setara serta proses yang transparan.
Kritik tersebut bukan berarti menuduh panitia melakukan keberpihakan. 

Namun, profesionalisme panitia memang perlu dilihat dari kesiapan, koordinasi dan kemampuan mengantisipasi berbagai persoalan sebelum kegiatan berlangsung.

Menanggapi berbagai masukan tersebut, Melky Nender salah satu panitia menyampaikan bahwa pihaknya akan melakukan evaluasi.

“Kita akan evaluasi dan ini merupakan masukan yang baik, jika ada pihak yang merasa dirugikan semuanya kita tampung untuk lebih baik lagi kedepannya," ucapnya. 

Pernyataan tersebut menjadi sinyal bahwa berbagai kritik yang muncul selama pelaksanaan kegiatan akan menjadi bahan pembenahan untuk agenda berikutnya.

Terlebih, rangkaian kegiatan HUT Proklamasi RI ke-81 masih menyisakan agenda puncak pada 17 Agustus. 

Mhega Iroth menambahkan, evaluasi tidak berhenti pada klarifikasi, tetapi benar-benar diwujudkan dalam perbaikan teknis, koordinasi dan komunikasi sehingga agenda berikutnya dapat berlangsung lebih tertib dan profesional.

"Panitia yang profesional adalah yang mampu memastikan berbagai potensi persoalan telah diantisipasi sejak awal, sehingga kegiatan dapat berlangsung dengan baik dan memberikan pengalaman yang menyenangkan bagi seluruh peserta," bebernya.  (ryn) 

Editor : Rian Sekeon
HUT RI 81 Pawai Karnaval HUT RI Langowan Minahasa