Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Sarat Kisah Masa Penjajahan, Begini Sejarah Goa Jepang Kawangkoan, Saksi Bisu Praktik Romusha 

Jendry Dahar • Senin, 22 Juli 2024 | 21:31 WIB

 

 

Photo
Photo

 

 

MANADOPOST.ID—Banyak situs budaya di Sulawesi Utara (Sulut) yang menarik diketahui asal-usulnya. Salah satunya peninggalan Gua Jepang.

 

Gua Jepang merupakan salah satu peningalan perang dunia ke-dua saat jepang menjajah indonesia. gua ini berada di Kecamatan Kawangkoan, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara.

 

Lokasi: (A) Goa Jepang Kawangkoan

               (B) Terminal Kawangkoan

 

Goa Jepang Kawagkoan Lokasinya Sangat Strategis karena berada di dekat jalan raya Kawangkoan-Tomohon.

Sejarah: Satu lagi peninggalan bersejarah yang terdapat di Sulawesi Utara, tepatnya di Kabupaten Minahasa, yaitu Goa Jepang Kawangkoan. Sesuai dengan namanya, Dibangun pada masa penjajahan Jepang, tepatnya pada tahun 1943. Pembangunan goa ini memerlukan waktu sekitar satu tahun, sehingga mulai digunakan pada tahun 1944.

 

Jepang membangun Goa Kawangkoan dengan tujuan sebagai tempat perlindungan, gudang penyimpanan bahan makanan dan persenjataan, tempat komunikasi, dan kegiatan konsolidasi selama perang. Goa ini memiliki lorong-lorong yang terhubung dengan beberapa lokasi di Desa Kiawa. Lorong-lorong tersebut dibuat sedemikian rupa dengan terlebih dahulu memperhitungkan ukuran-ukuran, survei awal, dan disesuaikan dengan adat istiadat orang Jepang. Pada setiap pertemuan pintu lorong dijaga oleh tentara Jepang.

 

Lorong-lorong tersebut saling terhubung hingga ke beberapa tempat strategis di sekitar wilayah Desa Kiawa. Tempat-tempat tersebut adalah: di sebelah barat Desa Kiawa yang dijadikan tempat untuk menyimpan perbekalan atau disebut “los” dan dipimpin oleh Nagau-ito. Di sebelah utara Desa Kiawa yang dijadikan sebagai tempat untuk menyimpan minyak serta kendaraan perang dan dipimpin oleh Iwamoto-Ka Tosoi. Dan di sebelah timur Desa Kiawa yang dijadikan tempat untuk menyimpan persenjataan serta amunisi dan dipimpin oleh Madjidju Ki Harada.

Goa Jepang Kawangkoan dibuat oleh para pekerja paksa (romusha) dari Minahasa dan sekitarnya. Goa ini yang memiliki 4 pintu masuk ini digunakan selama babak terakhir masa Perang Dunia ke II hingga sekutu mendarat dan Jepang menyerah tanpa syarat pada tahun 1945.

 

Goa Jepang Kawangkoan Merupakan Salah Satu Tempat Besejarah dan bisa dijadikan Tempat Pariwisata tapi Sangat di Sayang Pihak Pemerinta Tidak Memperhatikan Tempat Ini. (*)

Editor : Jendry Dahar
#gua jepang