Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Sejarah Kutai Kartanegara, Salah Satu Kerajaan Tertua di Nusantara

Jendry Dahar • Senin, 2 September 2024 | 23:39 WIB


Photo
Photo

 

 

 

MANADOPOST.ID—Kutai Kartanegara adalah salah satu kerajaan tertua di Indonesia, dengan sejarah yang kaya dan panjang. Terletak di daerah Kalimantan Timur, kerajaan ini telah memainkan peran penting dalam sejarah nusantara.

 

Berdiri pada abad ke-4 Masehi, Kutai Kartanegara adalah salah satu kerajaan Hindu-Buddha pertama di Indonesia. Dikenal dari prasasti yang ditemukan di wilayahnya, seperti Prasasti Yupa, yang berisi informasi tentang raja-raja dan kebudayaan mereka.

 

Prasasti-prasasti ini, yang ditemukan pada tahun 1888, mencatat pemerintah raja Mulawarman dan merupakan sumber penting bagi sejarah Kutai.

 

Pada abad ke-14 hingga 16, Kutai Kartanegara berkembang pesat sebagai pusat perdagangan dan budaya. Kerajaan ini memiliki hubungan dagang dengan kerajaan-kerajaan di Asia Tenggara dan bahkan India.

 

Pada abad ke-16, terjadi perubahan signifikan ketika kerajaan mulai berinteraksi dengan kekuatan Islam. Akibatnya, terjadi perubahan dalam struktur politik dan sosial, meskipun kekuatan Hindu masih kuat pada saat itu.

 

Seiring dengan kedatangan kolonial Belanda pada abad ke-19, Kutai Kartanegara mengalami penurunan kekuasaan dan akhirnya menjadi bagian dari Hindia Belanda.

 

Setelah kemerdekaan Indonesia pada tahun 1945, Kutai Kartanegara menjadi bagian dari Republik Indonesia. Kerajaan ini secara resmi dihapuskan pada tahun 1959, dan daerahnya menjadi bagian dari provinsi Kalimantan Timur.

 

Kutai Kartanegara meninggalkan warisan budaya yang berharga, termasuk candi-candi, prasasti, dan tradisi lokal yang masih dilestarikan hingga kini. Sebagai salah satu kerajaan kuno, Kutai Kartanegara memiliki peran penting dalam perkembangan sejarah dan budaya Indonesia. (jen)

Editor : Jendry Dahar