MANADOPOST.ID—Kerajaan Tarumanegara adalah salah satu kerajaan Hindu-Buddha yang penting dalam sejarah Indonesia, terletak di wilayah Jawa Barat, khususnya di daerah sekitar Sungai Citarum.
Kerajaan Tarumanegara diperkirakan berdiri pada abad ke-4 Masehi dan berpusat di daerah yang kini merupakan bagian dari Jawa Barat. Kerajaan ini dikenal melalui prasasti-prasasti yang ditemukan di wilayah tersebut.
Beberapa prasasti penting yang ditemukan, seperti Prasasti Tugu, Prasasti Ciaruteun, dan Prasasti Kebon Kopi, memberikan informasi tentang kerajaan ini, termasuk nama raja-raja, kebijakan, dan kegiatan mereka.
Salah satu raja yang paling terkenal dari Tarumanegara adalah Raja Purnawarman, yang memerintah pada abad ke-5 Masehi. Ia dikenal karena upaya-upayanya dalam memperluas wilayah kerajaan dan pembangunan infrastruktur, termasuk saluran air.
Purnawarman terkenal dengan proyek-proyek infrastruktur seperti pembuatan saluran air untuk irigasi dan pengairan, yang disebut dalam prasasti sebagai "Jonggrang" dan "Ganesha".
Tarumanegara memiliki hubungan dagang dan diplomatik dengan kerajaan-kerajaan lain di Asia Tenggara dan India, serta dipengaruhi oleh budaya Hindu dan Buddha.
Pada akhir abad ke-7 atau awal abad ke-8 Masehi, kerajaan ini mulai mengalami penurunan. Salah satu faktor penyebabnya adalah perubahan politik dan sosial yang terjadi di Jawa. Kerajaan ini akhirnya tergantikan oleh kerajaan-kerajaan lain seperti Sunda dan Pajajaran.
Kerajaan Tarumanegara meninggalkan banyak prasasti dan peninggalan budaya yang memberikan gambaran tentang kehidupan, kebudayaan, dan sistem pemerintahan mereka. Prasasti-prasasti tersebut menjadi sumber penting untuk memahami sejarah awal Jawa Barat dan peradaban Hindu-Buddha di Indonesia. (jen)
Editor : Jendry Dahar