MANADOPOST.ID - Provinsi Sulawesi Utara dikenal dengan lanskapnya yang indah, dari pegunungan hingga pesisir. Namun, di balik keindahan itu, ada dinamika perubahan desa yang menarik untuk dicermati. Berdasarkan data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) Sulut dalam Pendataan Potensi Desa (Podes) 2024, jumlah desa di wilayah ini mengalami perubahan yang cukup signifikan, baik dari segi topografi maupun perkembangan demografi.
Sebaran Desa Berdasarkan Topografi
Berdasarkan data terbaru, desa-desa di Sulawesi Utara dapat dikategorikan menjadi tiga wilayah utama: dataran, lembah, dan lereng/puncak. Pada tahun 2024, terdapat 454 desa yang berada di dataran, 23 desa di lembah, dan 1.361 desa di wilayah lereng atau puncak. Ini menunjukkan bahwa sebagian besar desa di provinsi ini berada di wilayah berbukit dan pegunungan, yang menandakan tantangan tersendiri dalam hal aksesibilitas dan pembangunan infrastruktur.
Beberapa daerah dengan jumlah desa berbukit atau lereng yang tinggi antara lain Kabupaten Minahasa (219 desa), Kepulauan Sangihe (132 desa), dan Kepulauan Talaud (103 desa). Sementara itu, desa-desa yang berada di dataran lebih banyak ditemukan di Kabupaten Bolaang Mongondow (110 desa) dan Minahasa (47 desa).
Pertumbuhan dan Perubahan Desa
Jika dibandingkan dengan data tahun 2018 dan 2021, terjadi penurunan jumlah desa di beberapa wilayah akibat perubahan administrasi dan perkembangan daerah. Beberapa desa yang dulunya berada di dataran mengalami transisi ke status desa berbukit atau lembah akibat perubahan lingkungan dan perkembangan infrastruktur.
Misalnya, Kabupaten Minahasa yang pada 2018 memiliki 171 desa di dataran, kini hanya memiliki 47 desa di kategori yang sama. Sementara itu, di Kota Manado, jumlah desa di dataran tetap stabil, hanya mengalami sedikit peningkatan dari 38 desa pada 2021 menjadi 40 desa di tahun 2024.
Keindahan Desa dan Kehidupan Masyarakat
Di tengah perubahan ini, desa-desa di Sulawesi Utara tetap menawarkan keindahan alam yang memukau. Dari desa-desa pesisir yang menghadap langsung ke Laut Sulawesi hingga desa-desa pegunungan yang menawarkan pemandangan hijau nan asri, masyarakat masih menikmati keseimbangan antara alam dan kehidupan sosial mereka.
Di berbagai desa, terlihat warga yang menikmati keindahan alam sambil bersantai di tepian pantai atau menikmati pemandangan gunung. Para warga tampak bercengkerama di bawah pohon kelapa, sementara nelayan sibuk mengatur hasil tangkapan di pesisir. Di daerah pegunungan, masyarakat desa menikmati kesejukan udara sambil bercocok tanam atau mengolah hasil pertanian mereka.
Dengan kondisi geografis yang beragam, pengembangan desa-desa di Sulawesi Utara membutuhkan strategi yang tepat. Pemerintah daerah diharapkan dapat meningkatkan infrastruktur jalan dan aksesibilitas ke desa-desa terpencil, terutama di daerah berbukit dan kepulauan. Selain itu, potensi pariwisata di desa-desa pesisir dan pegunungan juga perlu dikembangkan lebih lanjut agar dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.
Desa-desa di Sulawesi Utara terus mengalami perubahan, baik dalam hal jumlah maupun karakteristik geografisnya. Dengan 1.838 desa yang tersebar di seluruh provinsi, Sulawesi Utara tetap menjadi salah satu daerah dengan keanekaragaman lanskap dan potensi ekonomi yang luar biasa. Dengan dukungan pembangunan yang berkelanjutan dan pelestarian lingkungan, desa-desa ini dapat terus berkembang menjadi tempat yang indah dan memiliki daya saing tinggi.(pr)
Editor : Pratama Karamoy