MANADOPOST.ID - Ketenagakerjaan di Sulawesi Utara terus mengalami perubahan dinamis seiring berkembangnya sektor industri dan jasa, namun sektor pertanian tetap menjadi tulang punggung utama bagi sebagian besar masyarakat. Berdasarkan data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS), lebih dari 1,3 juta penduduk berusia 15 tahun ke atas di provinsi ini tercatat bekerja dalam seminggu terakhir.
Dari desa hingga ke kota, penduduk Sulawesi Utara mencari nafkah dalam berbagai sektor ekonomi. Di pedesaan, pertanian, kehutanan, dan perikanan masih mendominasi sebagai sumber penghidupan utama, sementara di perkotaan, industri dan sektor jasa terus berkembang pesat. Kota Manado sebagai pusat ekonomi dan perdagangan semakin menarik tenaga kerja ke berbagai bidang, mulai dari perdagangan, transportasi, hingga industri kreatif dan pariwisata.
Namun, di balik angka-angka ketenagakerjaan yang tinggi, masih terdapat tantangan besar, termasuk modernisasi sektor pertanian, peningkatan keterampilan tenaga kerja, serta kesenjangan antara permintaan dan ketersediaan tenaga kerja terampil. Pemerintah dan pelaku usaha memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan kerja yang lebih inklusif dan berkelanjutan di masa depan.
Pertanian Masih Menjadi Sektor Andalan
Sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan masih menjadi sektor dengan jumlah pekerja terbanyak, mencapai 330.661 orang di seluruh provinsi. Kabupaten dengan jumlah pekerja terbesar di sektor ini adalah Bolaang Mongondow (53.608 orang), Minahasa Selatan (49.399 orang), dan Minahasa (46.295 orang).
Masyarakat pedesaan masih sangat bergantung pada sektor ini sebagai sumber mata pencaharian utama. Namun, sektor ini juga menghadapi tantangan berupa modernisasi pertanian serta perubahan iklim yang mempengaruhi hasil panen.
Pertumbuhan di Sektor Industri dan Jasa
Selain pertanian, sektor industri dan jasa juga menunjukkan perkembangan yang signifikan. Terdapat 252.721 pekerja di sektor ini, yang mencakup industri pengolahan, pertambangan, konstruksi, serta pengelolaan air dan limbah. Kabupaten Minahasa Utara memiliki jumlah pekerja tertinggi di sektor ini dengan 30.436 orang, diikuti oleh Kota Manado (37.627 orang) dan Bitung (29.021 orang).
Sementara itu, sektor perdagangan, transportasi, dan jasa lainnya mempekerjakan sekitar 722.452 orang. Kota Manado sebagai ibu kota provinsi menjadi pusat kegiatan ekonomi dengan total pekerja mencapai 206.479 orang, dengan mayoritas bekerja di sektor jasa dan perdagangan.
Kota Manado Menjadi Pusat Aktivitas Ekonomi
Manado tetap menjadi kota dengan tingkat ketenagakerjaan tertinggi di Sulawesi Utara. Sektor jasa, transportasi, dan perdagangan di kota ini menjadi penyumbang utama dalam perekonomian daerah. Banyak anak muda yang mulai beralih ke sektor industri kreatif, pariwisata, dan teknologi.
Dengan meningkatnya investasi di sektor industri dan jasa, diharapkan peluang kerja semakin luas, terutama bagi generasi muda yang terus mencari pekerjaan di luar sektor tradisional seperti pertanian.
Baca Juga: Penduduk Usia Produktif Dominan, Sulawesi Utara Siap Jadi Pusat Pertumbuhan Ekonomi?
Meskipun angka ketenagakerjaan di Sulawesi Utara cukup tinggi, tantangan tetap ada. Salah satunya adalah peningkatan keterampilan tenaga kerja agar dapat bersaing dalam industri modern. Pemerintah daerah diharapkan dapat terus mendorong pelatihan dan peningkatan kompetensi pekerja agar dapat beradaptasi dengan perubahan di dunia kerja.
Di sisi lain, sektor pariwisata juga menjadi peluang besar untuk menciptakan lapangan kerja baru. Dengan potensi wisata bahari dan alam yang melimpah, banyak peluang di sektor hospitality dan usaha mikro yang bisa dikembangkan.
Dengan data ini, terlihat bahwa Sulawesi Utara memiliki struktur ketenagakerjaan yang cukup beragam, dengan sektor pertanian tetap dominan, tetapi industri dan jasa mulai berkembang pesat. Langkah strategis dari pemerintah dan pelaku usaha sangat dibutuhkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan.(pr)
Editor : Pratama Karamoy