MANADOPOST.ID - Perikanan budidaya di Provinsi Sulawesi Utara menunjukkan pencapaian luar biasa. Berdasarkan data dari Kementerian Kelautan dan Perikanan, total produksi perikanan budidaya mencapai 333.166 ton dengan nilai ekonomi sebesar Rp 6.250.151.072. Pencapaian ini menegaskan posisi Sulawesi Utara sebagai salah satu sentra utama perikanan budidaya di Indonesia.
Dari total produksi, Kabupaten Minahasa menjadi kontributor terbesar dengan volume mencapai 144.321 ton dan nilai ekonomi sebesar Rp 4,03 triliun. Disusul oleh Minahasa Utara dengan produksi sebesar 172.899 ton yang bernilai lebih dari Rp 1,57 triliun. Dua wilayah ini berperan besar dalam menopang sektor perikanan budidaya di provinsi ini.
Kota Kotamobagu mencatat hasil produksi tertinggi dengan 816 ton dan nilai mencapai Rp 35,48 miliar. Tomohon menyusul dengan produksi 359 ton yang bernilai lebih dari Rp 13,52 miliar. Manado dan Bitung mencatat produksi lebih kecil, masing-masing hanya 9 ton.
Sejumlah daerah lain juga turut memberikan kontribusi signifikan, di antaranya:
-
Minahasa Selatan dengan produksi 9.797 ton dan nilai Rp 376,8 miliar.
-
Minahasa Tenggara dengan volume 3.611 ton dan nilai Rp 153,32 miliar.
-
Bolaang Mongondow Timur mencatat 730 ton dengan nilai Rp 26,13 miliar.
-
Bolaang Mongondow Selatan menghasilkan 44 ton dengan nilai Rp 2,38 miliar.
-
Kepulauan Sangihe dan Kepulauan Talaud, meskipun produksinya lebih kecil, tetap memberikan kontribusi penting dalam industri perikanan budidaya.
Dengan nilai ekonomi yang mencapai lebih dari Rp 6,25 triliun, sektor perikanan budidaya tidak hanya berkontribusi terhadap perekonomian daerah, tetapi juga membuka peluang bagi kesejahteraan masyarakat pesisir. Selain itu, meningkatnya produksi ikan hias dari sektor budidaya juga berpotensi menjadi daya tarik bagi pasar ekspor. Pemerintah diharapkan terus mendorong inovasi dan pengembangan teknologi budidaya agar produksi dan nilai ekonomi dapat terus meningkat di tahun-tahun mendatang.(pr)
Editor : Pratama Karamoy