MANADOPOST.ID - Sektor perikanan budidaya di Sulawesi Utara pada tahun 2023 mencatat capaian yang menggembirakan. Berdasarkan data dari Kementerian Kelautan dan Perikanan, total produksi udang mencapai 321,46 ton dengan nilai ekonomi sebesar Rp 20,06 miliar. Sementara itu, produksi kategori ikan lainnya mencapai 298,74 ton dengan nilai sebesar Rp 16,14 miliar. Secara keseluruhan, nilai ekonomi yang dihasilkan dari sektor ini mencapai Rp 36,2 miliar.
Capaian ini menunjukkan bahwa perikanan budidaya tidak hanya menjadi sumber pendapatan penting bagi masyarakat pesisir, tetapi juga memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian daerah. Aktivitas budidaya yang tersebar di berbagai kabupaten dan kota turut menciptakan lapangan kerja serta mendorong pengembangan sektor pendukung lainnya, seperti penyediaan pakan, peralatan budidaya, dan distribusi hasil panen.
Minahasa Selatan Pimpin Produksi Udang
Kabupaten Minahasa Selatan menjadi daerah dengan kontribusi produksi udang tertinggi, yakni mencapai 150 ton dengan nilai ekonomi Rp 9,75 miliar. Produksi ini didukung oleh luasnya areal tambak dan peningkatan efisiensi budidaya yang dilakukan oleh para pembudidaya. Disusul oleh Minahasa Utara dengan produksi 92,59 ton (Rp 5,55 miliar) dan Bolaang Mongondow Utara dengan 75,86 ton (Rp 4,55 miliar).
Kabupaten lain juga memberikan kontribusi, meskipun dalam jumlah yang lebih kecil:
-
Bolaang Mongondow: 1,11 ton (Rp 88,8 juta)
-
Bolaang Mongondow Selatan: 1,40 ton (Rp 90,87 juta)
-
Manado: 0,50 ton (Rp 30 juta)
Beberapa daerah tidak mencatat produksi udang, seperti Minahasa, Kepulauan Sangihe, Kepulauan Talaud, Minahasa Tenggara, dan Kotamobagu. Hal ini menunjukkan adanya potensi pengembangan budidaya udang yang masih terbuka di wilayah-wilayah tersebut.
Minahasa Utara Unggul dalam Produksi Ikan Lainnya
Dalam kategori ikan lainnya, Minahasa Utara kembali tampil sebagai produsen utama dengan total produksi mencapai 187,98 ton dan nilai ekonomi Rp 11,93 miliar. Keberhasilan ini mencerminkan kapasitas produksi yang kuat serta ketersediaan infrastruktur yang mendukung proses budidaya.
Kontribusi signifikan juga datang dari:
-
Bolaang Mongondow Utara: 15,70 ton (Rp 785 juta)
-
Bolaang Mongondow Selatan: 15,07 ton (Rp 904 juta)
-
Kepulauan Sangihe: 55,07 ton (Rp 1,45 miliar)
-
Kepulauan Talaud: 4,44 ton (Rp 175 juta)
-
Minahasa Tenggara: 16,48 ton (Rp 702 juta)
-
Tomohon: 2,23 ton (Rp 130 juta)
-
Kepulauan Siau Tagulandang Biaro: 1,18 ton (Rp 23 juta)
Keberagaman jenis ikan yang dibudidayakan juga mencerminkan kekayaan hayati laut dan perairan Sulawesi Utara yang dapat terus dimanfaatkan secara berkelanjutan.
Dengan nilai ekonomi yang mencapai puluhan miliar rupiah, perikanan budidaya di Sulawesi Utara merupakan sektor yang memiliki prospek cerah. Tantangan ke depan mencakup peningkatan teknologi budidaya, manajemen kualitas air dan pakan, serta akses pasar yang lebih luas. Peningkatan kapasitas sumber daya manusia juga menjadi kunci agar budidaya dapat dilakukan secara efisien dan berkelanjutan.
Selain udang dan ikan konsumsi, potensi lain seperti ikan hias dan komoditas perairan lainnya juga mulai menunjukkan prospek yang menjanjikan. Dengan dukungan dari berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, pelaku usaha, hingga masyarakat, sektor ini diyakini dapat menjadi pilar penting dalam pembangunan ekonomi kelautan Sulawesi Utara.(pr)
Editor : Pratama Karamoy