MANADOPOST.ID - Sulawesi Utara mencatat total 721.202 pelanggan listrik pada tahun 2024, menurut data dari PT. PLN UIW Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, dan Gorontalo. Angka ini mengalami penurunan sebesar 11,27% dibandingkan tahun sebelumnya, mencerminkan berbagai tantangan dalam pemerataan akses listrik di daerah-daerah tertentu.
Kota Manado Terdepan dalam Jumlah Pelanggan
Kota Manado menduduki peringkat pertama dengan 162.838 pelanggan, jauh melampaui wilayah lainnya. Hal ini menunjukkan tingginya konsentrasi permukiman dan kegiatan ekonomi di ibu kota provinsi tersebut. Diikuti oleh:
-
Minahasa Utara dengan 71.390 pelanggan
-
Bitung: 69.054 pelanggan
-
Kotamobagu: 57.458 pelanggan
-
Bolaang Mongondow: 47.029 pelanggan
Lima besar ini menandai wilayah dengan akses listrik yang relatif stabil dan cakupan layanan PLN yang kuat.
Wilayah Kepulauan dan Terpencil Masih Tertinggal
Sementara itu, beberapa kabupaten masih menunjukkan angka pelanggan yang rendah, mencerminkan tantangan geografis dan infrastruktur:
-
Bolaang Mongondow Selatan: 17.813 pelanggan
-
Kepulauan Sitaro: 22.565 pelanggan
-
Bolaang Mongondow Timur: 27.740 pelanggan
-
Bolaang Mongondow Utara: 28.019 pelanggan
-
Kepulauan Talaud: 28.839 pelanggan
Wilayah kepulauan dan perbatasan ini perlu menjadi perhatian dalam pembangunan infrastruktur kelistrikan yang merata.
Baca Juga: Bagaimana Kondisi Listrik di Sulawesi Utara? Yuk Cek!
Penurunan jumlah pelanggan listrik sebesar 11,27% secara keseluruhan menjadi catatan penting. Penurunan ini bisa dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti perpindahan penduduk, efisiensi penggunaan listrik, atau bahkan keterbatasan akses baru ke wilayah-wilayah yang belum terlayani secara optimal.
Pemerintah daerah bersama PLN perlu merumuskan strategi untuk mendorong pertumbuhan pelanggan baru, sekaligus memastikan ketersediaan listrik yang andal dan terjangkau hingga ke pelosok.
Distribusi pelanggan listrik di Sulawesi Utara masih menunjukkan ketimpangan antara kota besar dan wilayah terpencil. Pembangunan infrastruktur energi yang inklusif menjadi kunci dalam mendukung pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di seluruh pelosok provinsi.(pr)
Editor : Pratama Karamoy