Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Kapan Hotel Di Sulawesi Utara Ramai Tamu? Yuk Intip Datanya!

Pratama Karamoy • Rabu, 9 April 2025 | 08:05 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

MANADOPOST.ID - Rata-rata lama menginap tamu di hotel bintang dan non-bintang di Provinsi Sulawesi Utara sepanjang tahun 2024 menunjukkan dinamika menarik. Data yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) melalui Survei Hotel Bulanan (VHTS) mengungkapkan variasi yang cukup mencolok antar bulan, baik pada hotel bintang maupun hotel non-bintang.

Photo
Photo

Secara umum, lama menginap di hotel bintang cenderung lebih tinggi dibandingkan hotel non-bintang. Puncak tertinggi tercatat pada bulan Agustus dan Juli, masing-masing 184 hari kumulatif (indikasi jumlah total malam menginap seluruh tamu), menunjukkan adanya peningkatan aktivitas wisata atau kegiatan bisnis pada periode tersebut. Ini bisa berkaitan dengan libur panjang sekolah serta pelaksanaan event atau kegiatan yang menarik kunjungan dari luar daerah.

Sementara itu, bulan dengan rata-rata lama menginap tamu terendah di hotel bintang adalah pada bulan Juni dan Maret, masing-masing 163 hari. Walaupun penurunan tersebut tidak terlalu tajam, hal ini menunjukkan adanya sedikit jeda aktivitas wisata maupun perjalanan kerja.

Di sisi lain, hotel non-bintang mengalami fluktuasi yang lebih signifikan. Rata-rata lama menginap tertinggi terjadi pada April dengan 174 hari, yang menarik karena bulan ini tidak identik dengan masa libur utama. Kemungkinan besar, hal ini dipengaruhi oleh segmen pasar tertentu seperti wisatawan domestik dengan anggaran terbatas, atau kegiatan pelatihan dan perjalanan dinas yang berlangsung di daerah-daerah pinggiran.

Baca Juga: UMKM Merajai Sulawesi Utara, Di mana Industri Menengah dan Besar?

Rata-rata lama menginap terendah di hotel non-bintang terjadi pada Mei dan Oktober, yakni 136 hari. Angka ini mencerminkan potensi rendahnya minat atau aktivitas penginapan pada jenis hotel ini di bulan-bulan tersebut, atau bisa jadi akibat persaingan harga dan promosi dari hotel bintang yang lebih agresif.

Data ini penting bagi pelaku industri perhotelan dan pariwisata di Sulawesi Utara. Memahami pola menginap wisatawan bukan hanya membantu dalam menentukan strategi harga, tetapi juga dalam merancang program promosi musiman, serta menentukan waktu terbaik untuk meningkatkan kualitas layanan atau melakukan pemeliharaan fasilitas hotel.

Baca Juga: Daerah Mana yang Mendominasi Industri di Sulawesi Utara?

Meskipun secara umum perbedaan lama menginap antara hotel bintang dan non-bintang tidak terlalu ekstrem, data ini bisa dimanfaatkan untuk menyasar segmen pasar tertentu yang memiliki kecenderungan lama tinggal berbeda. Hotel bintang bisa lebih agresif menyasar pasar korporat dan wisatawan mancanegara, sementara hotel non-bintang dapat mengoptimalkan pasar domestik dan program retensi tamu.

Dalam jangka panjang, data seperti ini menjadi penting dalam membaca tren wisata jangka menengah dan panjang, serta menjadi salah satu indikator dinamika pariwisata di Sulawesi Utara.(pr)

Editor : Pratama Karamoy
#Hotel #Sulut #Pariwisata