Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Hotel Non Bintang Sulawesi Utara: Alternatif Nyaman dan Ramah di Dompet

Pratama Karamoy • Kamis, 10 April 2025 | 07:00 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

MANADOPOST.ID - Sulawesi Utara menunjukkan dinamika menarik dalam pengembangan sektor akomodasi pariwisata, khususnya pada kategori hotel non bintang. Berdasarkan data tahun 2024 yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS), tercatat sebanyak 219 hotel non bintang tersebar di seluruh kabupaten dan kota, dengan kapasitas mencapai 4.397 kamar dan 6.100 tempat tidur.

Hotel non bintang memiliki peran krusial dalam memperkuat struktur pariwisata daerah karena menyasar pasar yang lebih luas—terutama wisatawan domestik dan pelancong dengan anggaran menengah ke bawah. Sebagai alternatif penginapan yang terjangkau, hotel jenis ini menjadi tulang punggung pariwisata berbasis komunitas dan ekowisata.

Dari seluruh wilayah, Kota Manado menjadi pusat konsentrasi tertinggi hotel non bintang dengan 73 unit yang menyediakan 2.230 kamar dan 3.286 tempat tidur. Ini berarti hampir setengah dari total kapasitas tempat tidur hotel non bintang di seluruh provinsi berada di kota ini. Sebagai gerbang utama pariwisata Sulawesi Utara, Manado memiliki daya tarik besar dari segi wisata bahari (seperti Taman Laut Bunaken), wisata kuliner, serta kegiatan bisnis dan MICE (Meeting, Incentive, Conference, and Exhibition).

Photo
Photo

Selain Manado, kota-kota lain juga menunjukkan pertumbuhan hotel non bintang yang menjanjikan:

Keempat kota ini berperan sebagai titik-titik simpul penyebaran wisatawan ke wilayah lain di Sulawesi Utara.

Baca Juga: Hotel Bintang di Sulawesi Utara Tumbuh Pesat! Wilayah Mana Yang Paling Ngebut?

Sementara itu, di wilayah kabupaten, hotel non bintang mulai tumbuh meskipun masih dalam jumlah terbatas. Kepulauan Sangihe menonjol dengan 13 hotel, 177 kamar, dan 281 tempat tidur, menjadikannya kabupaten dengan akomodasi non bintang terbanyak. Disusul oleh Bolaang Mongondow Utara dan Bolaang Mongondow Timur yang masing-masing memiliki 10 hotel.

Beberapa kabupaten lainnya seperti Minahasa Selatan, Minahasa Utara, dan Kepulauan Siau Tagulandang Biaro juga menunjukkan pertumbuhan dengan 4 hingga 7 unit hotel. Hal ini mencerminkan adanya kesadaran dan upaya lokal dalam mengembangkan fasilitas pariwisata meski terkendala infrastruktur dan aksesibilitas.

Namun demikian, terdapat ketimpangan yang signifikan, terutama pada Kabupaten Minahasa, yang hanya memiliki 1 hotel non bintang dengan 16 kamar dan 28 tempat tidur. Hal ini memperlihatkan belum optimalnya pengembangan akomodasi, meski wilayah ini memiliki potensi wisata sejarah, budaya, dan danau Tondano yang terkenal.

Baca Juga: Kapan Hotel Di Sulawesi Utara Ramai Tamu? Yuk Intip Datanya!

Data ini mengungkap bahwa hotel non bintang lebih merata dibandingkan hotel berbintang, namun masih terkonsentrasi di kota-kota utama. Hotel jenis ini umumnya lebih fleksibel dalam skala investasi, memungkinkan pelaku usaha kecil dan menengah berpartisipasi langsung dalam sektor pariwisata.

Meski demikian, keberlanjutan dan daya saing hotel non bintang bergantung pada faktor penting seperti kebersihan, kenyamanan, pelayanan, serta integrasi dengan destinasi wisata sekitar. Ke depannya, pengembangan hotel non bintang bisa diarahkan sebagai bagian dari strategi penguatan wisata berbasis komunitas dan peningkatan keterlibatan lokal dalam industri pariwisata.

Dengan total 6.100 tempat tidur di sektor ini, Sulawesi Utara memiliki kapasitas memadai untuk menjangkau berbagai segmen wisatawan. Distribusi yang lebih merata serta peningkatan kualitas layanan menjadi langkah kunci menuju pertumbuhan pariwisata yang inklusif dan berkelanjutan di masa depan.(pr)

Editor : Pratama Karamoy
#Sulut #penginapan