MANADOPOST.ID - Sektor kuliner sebagai salah satu pilar pendukung utama pariwisata di Provinsi Sulawesi Utara masih menunjukkan pola konsentrasi tinggi di wilayah perkotaan, sementara kabupaten tertinggal jauh dalam hal perkembangan jumlah rumah makan dan restoran. Berdasarkan data resmi Badan Pusat Statistik (BPS) Sulut dari tahun 2021 hingga 2024, jumlah restoran yang tercatat di Sulut tidak mengalami peningkatan signifikan, dan bahkan menunjukkan stagnasi dalam dua tahun terakhir.
Pada tahun 2024, Sulawesi Utara mencatat total 67 unit rumah makan/restoran, angka yang sama persis dengan tahun 2023. Angka ini menunjukkan tidak adanya pertumbuhan kuantitatif dalam satu tahun terakhir, yang dapat mencerminkan tantangan serius dalam pemulihan ekonomi pasca pandemi atau keterbatasan pendataan yang valid, khususnya di wilayah luar kota.
Baca Juga: Hotel Bintang di Sulawesi Utara Tumbuh Pesat! Wilayah Mana Yang Paling Ngebut?
Data menunjukkan adanya disparitas signifikan antara wilayah kota dan kabupaten. Dari 67 restoran yang tercatat di tahun 2024, semuanya berada di wilayah kota—yaitu Manado, Bitung, Tomohon, dan Kotamobagu. Sementara itu, tidak ada satu pun restoran yang terdata di 11 kabupaten, kecuali Kabupaten Minahasa yang sejak tahun 2021 secara konsisten hanya mencatat 1 restoran.
Kondisi ini menunjukkan lemahnya ekosistem kuliner formal (dalam bentuk restoran atau rumah makan berskala usaha menengah besar) di daerah-daerah kabupaten, padahal wilayah seperti Minahasa Selatan, Bolaang Mongondow, dan Kepulauan Sangihe memiliki potensi wisata alam dan budaya yang kuat.
Baca Juga: Wisatawan Asing ke Sulawesi Utara: Siapa Yang Mendominasi?
Kota Manado konsisten menjadi pusat kuliner terbesar di provinsi ini. Pada 2024, terdapat 60 restoran aktif di kota ini—jumlah yang stabil sejak 2023, setelah sempat mengalami penurunan menjadi 29 restoran pada 2022, yang dijelaskan sebagai dampak dari penutupan sementara restoran skala UMB akibat pandemi Covid-19.
Meski telah pulih, tidak ada tambahan restoran baru dalam dua tahun terakhir, menandakan adanya kebutuhan untuk mendorong inovasi dan investasi baru di sektor kuliner agar daya tarik kota tetap terjaga.
Kota Tomohon dan Kotamobagu masing-masing mencatat 2 restoran aktif, dengan jumlah yang tidak berubah sejak tahun 2021. Sementara Kota Bitung, yang baru mulai tercatat pada 2022, juga stabil di 2 unit restoran.
Jumlah ini memperlihatkan adanya kebutuhan untuk mendorong pengusaha lokal, pelaku UMKM, hingga kolaborasi dengan pemda untuk menciptakan destinasi kuliner yang lebih berkembang di luar Manado.
Perlu dicatat bahwa data yang tersedia berasal dari hasil survei dan updating direktori, dan kemungkinan masih ada unit usaha kuliner yang tidak terdata secara resmi, terutama di wilayah kabupaten. Beberapa pelaku usaha mungkin menjalankan kegiatan secara informal, tidak terdaftar, atau beroperasi musiman.
Kondisi ini menggarisbawahi pentingnya pendataan yang lebih komprehensif dan sistematis, agar potensi ekonomi dari sektor kuliner bisa terukur secara akurat, serta menjadi dasar pengambilan kebijakan daerah.
Dari gambaran ini, jelas bahwa sektor rumah makan/restoran masih belum menjadi prioritas atau belum cukup berkembang di banyak daerah di Sulawesi Utara. Dengan semakin tumbuhnya sektor pariwisata, ada kebutuhan mendesak untuk mendorong investasi kuliner, pelatihan usaha makanan lokal, serta penguatan ekosistem UMKM di sektor makanan dan minuman.(pr)
Editor : Pratama Karamoy