MANADOPOST.ID – Kondisi jalan di Provinsi Banten pada tahun 2024 menunjukkan mayoritas berada dalam kondisi baik, namun kerusakan berat masih ditemukan di beberapa wilayah, terutama di daerah kabupaten.
Berdasarkan data, total panjang jalan yang berada dalam kondisi baik mencapai 696,59 kilometer, disusul oleh jalan kondisi sedang sebanyak 121,62 km, rusak 15,28 km, dan rusak berat 23,50 km.
Kabupaten Serang menjadi daerah dengan panjang jalan berkondisi baik tertinggi, yakni 178,73 km, diikuti oleh Pandeglang (154,16 km) dan Lebak (149,31 km). Sementara Kota Serang mencatat 55,23 km jalan dalam kondisi baik, dan Kota Tangerang Selatan 45,68 km.
Namun, Kabupaten Lebak menjadi perhatian karena mencatat jalan rusak berat tertinggi di Banten, yakni 18,10 km, serta 7,80 km jalan dalam kondisi rusak. Ini berarti hampir 26 km jalan di Lebak berada dalam kondisi kurang layak, yang bisa berdampak pada aksesibilitas dan keselamatan pengguna jalan.
Kabupaten Tangerang juga mencatat 3,88 km jalan rusak dan 4,30 km rusak berat, meskipun memiliki 87,45 km jalan dalam kondisi baik. Di sisi lain, Kota Tangerang dan Kota Tangerang Selatan tidak mencatat adanya kerusakan jalan, menunjukkan pengelolaan jalan perkotaan yang lebih stabil.
Sementara itu, Kota Cilegon tercatat tidak memiliki jalan berkondisi baik dalam data ini, tetapi memiliki 3,36 km jalan dalam kondisi sedang.
Data ini menunjukkan bahwa meskipun secara umum infrastruktur jalan di Banten berada dalam kondisi baik, masih ada wilayah-wilayah yang perlu perhatian khusus dari pemerintah, terutama dalam perbaikan jalan rusak berat di wilayah pedesaan seperti Lebak dan Kabupaten Tangerang.
Langkah percepatan perbaikan dan perawatan jalan diharapkan dapat mendorong pemerataan pembangunan dan kelancaran aktivitas ekonomi serta mobilitas warga di seluruh Provinsi Banten. (*)